Sukses

Waskita Targetkan Konstruksi LRT Palembang Rampung Lebih Cepat

Liputan6.com, Jakarta PT Waskita Karya (Persero) Tbk tengah menggenjot pengerjaan proyek Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan.

Proyek ini telah menjadi proyek strategis nasional mengingat semua anggaran dialokasikan langsung dari APBN. Percepatan proyek ini juga akan memfasilitasi ajang bergengsi Asian Games 2018.

"Progres pengerjaan LRT Palembang sampai saat ini 40 persen. Untuk pengerjaan teknik sipil akhir tahun kita akan selesaikan, jadi 3 bulan lebih cepat," kata Choliq di kantornya, Jumat (17/3/2017).

‎Pemerintah menargetkan LRT Palembang bisa dioperasikan pada Juni 2018. Untuk itu dengan diselesaikannya proses konstruksi pada akhir 2017, maka tiga bulan awal di 2018 bisa dilakukan untuk pengujian sistem perkeretaapiannya.

"Jadi tinggal pengerjaan sistem keretanya, mulai dari uji coba dan lain sebagainya. Itu sudah menjadi tanggung jawab PT Kereta Api Indonesia. Jadi Juni 2018 full sudah beroperasi," terang Choliq.

Bertempat di Ruang Majapahit, Lantai 2 Gedung Karsa, Kementerian Perhubungan, Kamis, 16 Februari 2017, dilaksanakan penandatanganan Adendum Kontrak 1 yaitu nilai Pembangunan Prasarana Kereta Api Ringan atau Light Rail Transit (LRT) di Palembang, Sumatera Selatan dengan nilai Rp 10,94 triliun.

Adapun penandatanganan tersebut dilaksanakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen Pembangunan Kereta Api Ringan, Suranto dengan Kepala Divisi 1 PT Waskita Karya Persero Tbk, Joko Herwanto.

Pembangunan LRT Pelembang dengan total panjang 23,4 km menggunakan lebar jalur 1067 mm. Ruang lingkup pembangunan terdiri dari jalur sebagian besar merupakan jalur layang, 13 stasiun, fasilitas operasi (termasuk 9 gardu listrik) dan 1 depo dengan kapasitas 14 train set masing-masing terdiri dari 3 kereta.

Adapun masing-masing kapasitas kereta adalah 180-250 penumpang. Untuk pengadaan sarana LRT ditugaskan kepada PT KAI (Persero).

Pembangunan LRT Palembang ini telah dimulai sejak 21 Oktober 2015 dan ditargetkan akan selesai pada 30 Juni 2018 dengan tujuan meningkatkan transportasi perkotaan melalui percepatan waktu tempuh, mengurangi kemacetan serta meningkatkan keselamatan transportasi di Sumatera Selatan.‎ (Yas)

Loading