Sukses

Mau Karir Sukses, Jangan Tanya 5 Hal Tabu Ini Ke Bos

Liputan6.com, Jakarta Setiap pegawai yang bekerja pasti ingin membentuk citra baik di kantor. Selain memiliki banyak manfaat, pegawai yang baik pun akan lebih mudah dikenal di kantor.

Namun tanpa disadari ternyata ada beberapa tindakan pegawai yang dapat berpengaruh pada citranya di kantor. Alih-alih mendapat penghargaan, rekan kerja malah memberinya cap negatif. Beberapa perilaku tersebut bisa saja datang dari cara berkomunikasi Anda ke bos.

Lalu pertanyaan apa saja yang harus Anda hindari apabila sedang berkomunikasi dengan bos? Melansir careerealism, MInggu (20/3/2016) berikut ulasannya:

1. Apa saya boleh liburan?

Melontarkan pertanyaan ini sama saja mengorbankan diri Anda sendiri. Anda harus tahu betul bahwa setiap pegawai memiliki hak untuk mengambil cuti dan berlibur. Pertanyaan seperti ini seharusnya tidak harus Anda tanyakan pada atasan.

2. Apa boleh minta tambahan gaji?

Walaupun bekerja di dunia profesional, Anda harus berpikir dua kali saat ingin meminta kenaikan gaji. Satu hal yang harus Anda ketahui dengan cermat, kenaikan gaji akan disesuaikan dengan pekerjaan yang Anda lakukan. Jadi, jika Anda ingin mendapat kenaikan gaji, maka Anda harus menunjukkan performa kerja yang baik terlebih dahulu.

3. Menurut Anda, bagaimana tingkah saya di kantor?

Pertanyaan ini layaknya buah simalakama. Di satu sisi Anda dapat mengambil saran yang diberikan untuk introspeksi diri. Namun di sisi lain, ini juga dapat menggambarkan bahwa Anda tidak terlalu nyaman dengan posisi yang Anda tempati sekarang.

2 dari 2 halaman

Selanjutnya

4. Boleh datang terlambat?

Hal ini sepatutnya tidak Anda tanyakan ke Bos. Apabila Anda memang tidak memiliki sesuatu yang mendadak dan perlu diselesaikan secepat mungkin, datang terlambat ke kantor hanya akan memperlihatkan tingkah Anda yang tidak professional.

5. Sudah dapat undangan pertemanan saya di Facebook?

Media sosial merupakan tempat Anda mencurahkan isi hati secara privat. Apabila Anda memilih untuk berteman dengan rekan kerja Anda di media sosial, maka Anda pun harus dapat lebih bijak menggunakannya. Jangan sampai akibat konten Anda di media sosial Anda malah di cap sebagai pegawai dengan perilaku yang buruk. (Vna/Zul)