Sukses

Wall Street Berguguran Dipicu Penurunan Sektor Energi

Liputan6.com, New York - Saham-saham di bursa Amerika (Wall Street) kembali berjatuhan pada perdagangan rabu (kamis pagi waktu Jakarta) yang ditandai dengan penurunan ketiga indeks utama sebesar lebih dari 1 persen yang dipicu oleh saham-saham energi.

Mengutip Reuters, Kamis (11/12/2014), Indeks Dow Jones Industrial Averange turun 268,05 poin atau 1,51 persen menjadi 17.533,15. Indeks S&P 500 melemah 33,66 poin atau 1,63 persen ke level 2.026,16 dan Nasdaq Composite terjungkal 82,44 poin atau 1,73 persen ke 4.684,90.

Saham-saham sektor energi menjadi pemicu penurunan saham-saham di New York Stock Exchange. Harga minyak mentah Brent telah menyentuh level terendah dalam lima tahun terakhir yaitu di level US$ 63,56 karena adanya kelebihan pasokan di pasaran, sekaligus juga menurunan permintaan.

Saham Exxon Mobil menjadi salah satu saham yang mengalami penurunan yang cukup tinggidi Wall Street. Saham perusahaan minyak dan gas ini turun 3,3 persen, merupakan penurunan tertinggi di dalam Indeks S&P 500.

Penurunan harga minyak dunia ini membuat perusahaan-perusahaan yang bergerak di sektor energi mengalami tekanan. Sejak awal tahun hingga saat ini, sektor energi telah turun 15 persen. Menjadi sektor yang kinerjanya paling buruk dibanding dengan sektor lainnya.

Kepala Analis Janney Montgomery Scott, Philadelphia, Amerika Serikat, Mark Luschini menjelaskan, bahwa pelemahan di pasar modal tersebut merupakan hal yang struktural sehingga kemungkinan besar ini berada di ambang kejatuhan.

"Sebenarnya masalah minyak ini sudah terjadi cukup lama. Dengan perlambatan ekonomi tersebut, terjadi penurunan pada permintaan global," jelasnya.

Loading