Sukses

Melawan Bursa Asia, IHSG Mampu Menguat 12,65 Poin

Liputan6.com, Jakarta - Indeks Harga saham Gabungan (IHSG) pagi ini dibuka menguat, melawan arah gerakan dari bursa regional. Sentimen perlambatan ekonomi di China menjadi salah satu sentimen yang akan mempengaruhi gerak IHSG.

Pada pra pembukaan perdagangan saham, Rabu (10/12/2014), IHSG turun tipis 0,73 poin (0,01 persen) ke level 5.132,90. Indeks saham LQ45 tergelincir 0,02 persen menjadi 880,72.

Saat pembukaan pukul 09.00 WIB, IHSG berbalik arah. Indeks naik 12,65 poin (0,25 persen) menjadi 5.134,97. Indeks saham LQ45 menguat 0,33 persen ke level 883,41.

Penguatan IHSG didorong dari 94 saham berada di zona hijau. Sementara itu, 46 saham berada di zona merah. Sedangkan 61 saham lainnya diam di tempat. Total frekuensi perdagangan saham sekitar 12.643 kali dengan volume perdagangan saham 255,01 juta saham. Nilai transaksi harian saham sekitar Rp 258,60 miliar.

Secara sektoral, sebagian besar sektor saham menguat kecuali sektor saham pertambangan yang melemah 0,06 persen.

Berdasarkan data RTI, investor asing melakukan aksi jual bersih sekitar Rp 4 miliar. Sedangkan pemodal lokal melakukan aksi beli bersih sekitar Rp 5 miliar.

Saham-saham yang menguat dan sebagai penggerak indeks saham antara lain saham TPMA naik 10,36 persen ke level Rp 490 per saham, saham INDX mendaki 7,76 persen ke level Rp 625 per saham, dan saham INAF menguat 6,58 persen ke level Rp 384 per saham.

Saham-saham yang tertekan antara lain saham BBRM turun 17,31 persen ke level Rp 215 per saham, saham ASMI melemah 14,07 persen ke level Rp 464 per saham, dan saham ALMI merosot 4m56 persen ke level Rp 251 per saham.

Analis PT Samuel Sekuritas, Tiesha Narandha Putri menuturkan, Bursa Asia pagi ini melanjutkan pelemahan dipimpin oleh Nikkei  yang turun 1,6 persen.

Pelemahan Bursa Asia tersebut karena ada kekhawatiran atas kondisi ekonomi di Cina pasca pengetatan kredit jangka pendek serta kondisi politik di Yunani setelah pemerintah setempat mengumumkan bahwa pemilihan presiden akan dimulai minggu depan masih akan menjadi sentimen utama di bursa global.

"Kami memperkirakan IHSG akan melanjutkan pelemahan hari ini," jelasnya. (Gdn)

Loading