Sukses

Perang Eksekutif vs Legislatif Berlanjut, Rupiah Jebol Rp 13.000

Liputan6.com, Jakarta - Nilai tukar rupiah tercatat terus melemah beberapa pekan terakhir menyusul terpaan isu politik dan imbas dari serangkaian faktor global yang nemperkuat nilai tukar dolar AS.

Pengamat Ekonomi dan Pasar Fauzi Ichsan memprediksi nilai tukar rupiah dapat melanjutkan pelemahan hingga menembus level 13 ribu per dolar AS jika isu politik domestiok terus memanas.

"Kalau KMP dan KIH terus perang sebagai eksekutif dan legislatif, rupiah bisa capai 13 ribu per dolar AS tahun ini," saat menjadi pembicara dalam acara Prediksi Ekonomi di Tengah Polarisasi Politik Nasional, di Jakarta, Sabtu (11/10/2014).

Dia menjelaskan, kondisi politik yang tidak kondusif akan memancing para investor asing dan spekulator untuk menarik dananya ke luar negeri. Para investor asing akan melarikan dananya ke beberapa negara yang daya tarik bisnisnya lebih baik seperti India.

"Ibaratnya, gadis cantik kan bukan cuma di Indonesia. Mereka akan lupakan Indonesia dan cari negara lain," kata dia.

Sebaliknya, jika terjadi kompromi nyata antara pemerintah dan DPR, nilai tukar rupiah dapat bergerak membaik. Terlebih lagi kompromi tersebut mengakomodasi perdebatan yang berbuah kebijakan dan bukan bersifat dendam.

"Kalau seperti itu, nilai tukar rupiah bisa menguat ke level 11.700 per dolar AS sebelum akhir tahun. IHSG juga bisa menyentuh level 5.300," tandas dia. (Sis/Nrm)