Sukses

4 Kerajaan Pembangun Ekonomi Terbesar Dunia

Liputan6.com, New York - Amerika Serikat, Uni Eropa dan China kini dikenal sebagai negara-negara penguasa perekonomian dunia. Bahkan lebih dari 70 persen pertumbuhan ekonomi dunia disumbang dari negara-negara tersebut.

Lalu bagaimana kondisinya di zaman dulu. Saat banyak negara masih menjadi satu kerajaan-kerajaan kecil maupun wilayah yang terpisah.

Jika kini pertumbuhan ekonomi dunia disumbang dari berbagai hal, mulai dari pertambangan, pertanian, kecanggihan teknologi, ternyata itu tak berlaku di masa lalu.

Sampai sekitar 300 tahun yang lalu, ekonomi di seluruh dunia masih disumbang dari sektor pertanian semata. Artinya, siapapun yang bisa menguasai tanah maka mampu memberikan nilai lebih bagi perekonomian dunia.

Sejarawan ekonomi Ian Morris mengatakan menilik dari sebagian besar sejarah manusia, kekuatan ekonomi suatu peradaban sangat bergantung pada revolusi pertanian.

Sebab dari sana, satu  bangsa selama ribuan tahun bisa mengubah dirinya menjadi lokomotif ekonomi yang besar. Berdasarkan urutan kronologis, berikut empat kerajaan pembangun ekonomi dunia sepanjang masa melansir laman Fortune, Senin (6/10/2014):

2 dari 5 halaman

1. Kekaisaran Romawi, sekitar tahun 100 AD

 Penyumbang 25 sampai 30 persen terhadap perekonomian global

Romawi bisa dikatakan menjadi satu bangsa yang mampu melakukan revolusi pertanian. Romawi mampu naik dengan cepat dari sebuah republik kecil menjadi imperium global yang dominan dalam hitungan abad.

Ini didukung statusnya sebagai negara adidaya melalui serangkaian perang. Konflik memberi Bangsa Romawi dominasi lengkap sepanjang Laut Mediterania.

Penguasaan lahan air ini yang memungkinkan perdagangan mengalir dengan mudah dari daerah yang menghidupi perekonomian kekaisaran, seperti kota Roma dan Mesir.

Perdagangan adalah unsur yang sangat penting untuk pertumbuhan ekonomi di Romawi. Ada juga bukti yang menunjukkan orang-orang Romawi sudah mampu menciptakan sistem keuangan yang canggih seperti penggunaan uang kertas dan bentuk lain dari kredit.

3 dari 5 halaman

2. Dinasti Song di China, sekitar tahun 1200 Masehi

Penyumbang 25 sampai 30 persen ke perekonomian global

Pengelolaan pertanian yang sukses juga berlangsung di Cina. Bangsa China tercatat sukses membangun sektor pertanian sekitar 1200 AD. Bahkan mereka disebut-sebut mampu menciptakan salah satu peradaban paling megah yang pernah terlihat di dunia.

Beberapa pengamat, seperti Ronald A Edwards, sejarawan ekonomi Dinasti Song China di Tamkang University, berpendapat Chinalah, bukan Inggris, yang mengalami revolusi industri pertama di dunia.

Pernyataan Edwards mengacu pada penelitian yang dilakukan para ahli Jepang dan Cina yang menunjukkan bahwa China mampu menumbuhkan ekonomi per kapita berbarengan dengan kenaikan populasi penduduk. Sesuatu yang tidak akan dicapai Eropa dalam ratusan tahun.

4 dari 5 halaman

3. Mughal Empire di India, sekitar tahun 1700 AD

Penyumbang 25 persen terhadap perekonomian global

Peradaban India termasuk salah satu yang tertua di dunia. Tercatat kerajaan-kerajaan lahir dan tenggelam di India selama berabad-abad.

Tapi di antara yang paling dikenal memberikan sumbangan bagi perekonomian dunia adalah Moghul Empire, yang berdiri dari abad keenam belas sampai pembentukan British Raj pada pertengahan abad ke-19.

Menurut sejarawan ekonomi Angus Maddison, output per kapita rakyat India pada Era Moghul hampir sama seperti di Inggris atau Prancis pada masa itu. Artinya, pertumbuhan ekonomi di wilayah ini sangat baik.

Sayang dikatakan India dikuasai kelas penguasa yang memiliki gaya hidup boros melampaui masyarakat Eropa. Hal ini yang pada akhirnya membuat India terpuruk.

Kerajaan Mughal perlahan membusuk di tengah bangkitnya industri Kerajaan Inggris, yang secara resmi menjajah benua ini di abad ke-19.

5 dari 5 halaman

4. Kerajaan Inggris, sekitar tahun 1870

Menyumbang 21 persen perekonomian global

Dulu, sangat susah bagi ekonom untuk bisa mengetahui seberapa besar product domestic bruto (PDB) di satu negara di dunia ini.

Tapi para ekonom tampaknya harus berterima kasih kepada Inggris. Sebab Inggris yang kala itu masih mutlak berbentuk kerajaan telah membuat satu rangkaian catatan pajak dan keuangan lain yang membuat pekerjaan para ekonom sedikit lebih mudah.

Inggris juga menjadi kerajaan pertama yang mendominasi perekonomian dunia tanpa menerapkan kebijakan ketat.

Penyumbang perekonomian Inggris kala itu berasal dari sektor perkembangan teknologi dan tumbuh menjadi revolusi industri. Kerajaan ini pun mampu meraup keuntungan dari harta kolonial negara-negara jajahannya.

Pada tahun 1800-an, sekitar 6 persen dari total output perekonomian negara ini berasal dari koloninya. (Nrm)