Sukses

Setelah 10 Tahun, Jepang Bakal Kembali Impor Produk Ayam dari RI

Liputan6.com, Jakarta - Jepang akan mulai mengimpor produk daging ayam dari Indonesia untuk pertama kalinya dalam 10 tahun. Langkah ini dilakukan karena banyak perusahaan Jepang bergergas untuk diversifikasi sumber daging ayam.

Itu terjadi lantaran kekhawatiran terhadap keamanan pangan setelah ada penggunaan daging ayam kadaluarsa di beberapa produk dari China.

Jepang berhenti mengimpor produk ayam dari Indonesia setelah wabah flu burung di Asia Tenggara. Kemungkinan pengiriman daging ayam terutama produk nugget mulai dilakukan pada akhir 2014 setelah berbagai prosedur telah dijalani.

Selain itu, Jepang juga mempersiapkan untuk mengekspor daging sapi untuk Indonesia. Mengutip Asia Nikkei, Kamis (21/8/2014), menurut sumber dari Kementerian Pertanian Indonesia, ekspor daging ayam dilakukan pada akhir Oktober. Pejabat pemerintah Jepang berencana segera mengunjungi fasilitas pengolahan ayam lokal di Indonesia untuk melakukan pemeriksaan.

Adapun tiga perusahaan termasuk PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk (CPIN) yang berafiliasi dengan konglomerat Thailand terpilih sebagai kandidat untuk mengekspor produk ayam ke Jepang. Perseroan telah melakukan ekspor ke Jepang hingga 2004. Dengan rencana Jepang untuk kembali mengimpor dgaing ayam dari Indonesia, perseroan akan mengirimkan produk lain seperti bakso, ayam goreng, dan produk ayam lainnya.

Dengan adanya tambahan pasokan ayam dari Indonesia, Jepang dapat mengamankan produk makanan lebih mudah dan menjaga harga produk ayam lebih stabil. Impor produk daging ayam olahan Jepang antara lain dari China, Thailand, dan Amerika Serikat (AS). Impor daging ayam dari China mencapai 51 persen pada tahun fiskal 2013.

Adanya kabar tersebut sempat memberikan sentimen positif untuk harga saham sektor pakan ternak. Saham PT Charoen Pokpand Indonesia Tbk naik 1,65 persen menjadi Rp 4.005 per saham pada perdagangan saham Rabu 20 Agustus 2014.

Saham PT Japfpa Comfeed Indonesia Tbk menguat 1,6 persen menjadi Rp 1.270 per saham. Lalu saham PT Malindo Feedmill Tbk mendaki 3,02 persen menjadi Rp 3.245 per saham pada perdagangan saham Rabu 20 Agustus 2014. (Ahm/)


*Bagi Anda yang ingin mengikuti simulasi tes CPNS dengan sistem CAT online, Anda bisa mengaksesnya di Liputan6.com melalui simulasicat.liputan6.com. Selamat mencoba!