Sukses

Jelang Kirab Obor Asian Games, Bintang Piala Uber 1975 Grogi dan Susah Tidur

Jakarta - Salah satu pahlawan Piala Uber 1975, Tati Sumirah, bakal terlibat dalam rangkaian acara kirab obor (torch relay) Asian Games 2018, di Yogyakarta, Rabu (18/7/2018). Lama tak terlibat dalam acara besar yang jadi sorotan masayarakat dan media, Tati mengaku grogi. 

Wajah Tati tampak segar saat tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Selasa (17/7/2018). Dia terlihat antusias dan terus mengumbar senyum. 

Namun, siapa sangka dalam dua hari terakhir pebulutangkis era 1970-an itu susah tidur. Gara-garanya, dia akan dilibatkan dalam acara akbar sekelas Asian Games. Kegelisahan itu baru diungkapkan Tati saat mendarat di Bandara Adisutjipto, Yogyakarta.  

"Saya senang sekali dilibatkan dalam acara sebesar ini. Tapi, rasanya juga grogi. Sampai enggak bisa tidur, karena sudah lama sekali tidak terlibat dalam acara-acara seperti ini," kata Tati, yang datang ke Yogyakarta didampingi keponakannya. 

"Sejak pensiun dari bulutangkis memang tidak pernah lagi bersentuhan dengan media. Ketika diberi tahu berangkat Senin, langsung tidak bisa tidur. Untungnya keberangkatan diundur Selasa, jadi bisa persiapan," urai dia. 

Tati mengaku sudah lebih dari 20 tahun tidak pernah pergi jauh dari Jakarta. Kunjungan ke Yogyakarta dalam rangka kirab obor Asian Games 2018 kali ini juga terasa spesial karena sudah lama dia tak menginjakkan kaki di Kota Pelajar. Tati mengaku kali terakhir berkunjung ke Yogyakarta pada 1970-an. 

 

2 dari 2 halaman

Kembali Melihat Dunia Luar

Setelah gantung raket, Tati menghabiskan 20 tahun dengan bekerja di apotek, yang berada di daerah Tebet. Selanjutnya, dia sempat menganggur selama dua tahun.

Setahun berselang dia ditawari bekerja di perusahaan oli milik legenda bulutangkis, Rudy Hartono. Namun, Tati mengaku sudah setahun ini pensiun. 

"Waktu masih bekerja di apotek rutenya sehari-hari rumah-Tebet, begitu juga saat kerja di perusahaan oli. Jadi tidak pernah ke mana-mana," kenang Tati. 

"Senang sekali diajak ke sini, jadi bisa melihat dunia luar lagi. Pengin mencicipi gudeg Jogja lagi," imbuh mantan pebulutangkis yang kini tinggal di kawasan Waru Doyong, Buaran, Jakarta Timur.

Selain Tati, ada enam legenda lagi yang dilibatkan dalam acara torch relay di Yogyakarta ini, yaitu Ellyas Pical (tinju), Alexander Pulalo (sepak bola), Pascal Wilmal (bola voli), Nico Thomas (tinju), Abdul Rozak (taekwondo), dan Sutiyono (balap sepeda). Mereka dikumpulkan Grab lewat kampanye gerakan Kemenangan Itu Dekat. 

Tati Sumirah merupakan satu dari srikandi-srikandi bulutangkis yang berhasil merengkuh trofi Piala Uber ke Indonesia untuk kali pertama.  Selain Tati, tim Indonesia saat itu diperuat Minarni, Utami Dewi, Imelda Wiguna, Theresia Widiastuti, dan Regina Masli.