Liputan6.com, Brebes: Tanggul Sungai Pemali, Brebes, Jawa Tengah, sepanjang 1 kilometer ambrol, baru-baru ini. Kondisi terparah terjadi di perbatasan Desa Tengki, Kecamatan Brebes dan Kelurahan Pasarbatang sepanjang 150 meter.
Sejauh ini kerusakan tanggul mengancam keselamatan warga di tujuh desa yaitu Desa Pagejugan, Kedunguter, Randusanga, Tengki dan Desa Pasarbatang. Mengantisipasi banjir, para warga memasang tumpukan karung berisi pasir di sepanjang tanggul yang tergerus. Akan tetapi, saat hujan turun lebat tumpukan karung ternyata tak dapat bertahan hingga akhirnya ikut hanyut terbawa air sungai.
Pejabat sementara Kepala Subdinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Brebes Samad mengatakan, penggerusan tanggul muncul sejak 2004 silam. Tetapi karena bronjong kawat berisi batu besar sebagai penahan arus sungai sudah ambruk dan tak bisa menahan derasnya air sungai. Akibatnya tanggul mudah terkikis dan longsor.
Mulanya lebar tanggul di pinggiran sungai adalah enam meter dengan ketinggian 15 meter. Namun akibat gerusan air sungai saat hujan datang kini menyisakan lebar 2,5 meter.
Kasus serupa terjadi di Kabupaten Kebumen, Jateng, pertengahan November setahun silam. Tanggul sungai yang jebol kala itu mengakibatkan puluhan rumah di Desa Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, terancam longsor [baca: Tanggul Jebol di Kebumen Belum Diperbaiki].(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)
Sejauh ini kerusakan tanggul mengancam keselamatan warga di tujuh desa yaitu Desa Pagejugan, Kedunguter, Randusanga, Tengki dan Desa Pasarbatang. Mengantisipasi banjir, para warga memasang tumpukan karung berisi pasir di sepanjang tanggul yang tergerus. Akan tetapi, saat hujan turun lebat tumpukan karung ternyata tak dapat bertahan hingga akhirnya ikut hanyut terbawa air sungai.
Pejabat sementara Kepala Subdinas Pekerjaan Umum Pengairan Kabupaten Brebes Samad mengatakan, penggerusan tanggul muncul sejak 2004 silam. Tetapi karena bronjong kawat berisi batu besar sebagai penahan arus sungai sudah ambruk dan tak bisa menahan derasnya air sungai. Akibatnya tanggul mudah terkikis dan longsor.
Mulanya lebar tanggul di pinggiran sungai adalah enam meter dengan ketinggian 15 meter. Namun akibat gerusan air sungai saat hujan datang kini menyisakan lebar 2,5 meter.
Kasus serupa terjadi di Kabupaten Kebumen, Jateng, pertengahan November setahun silam. Tanggul sungai yang jebol kala itu mengakibatkan puluhan rumah di Desa Panjatan, Kecamatan Karanganyar, Kebumen, terancam longsor [baca: Tanggul Jebol di Kebumen Belum Diperbaiki].(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)