Liputan6.com, Vatikan: Vatikan saat ini mempersiapkan rangkaian upacara pemakaman Paus Yohanes Paulus II. Upacara akan diawali prosesi pemberangkatan jenazah Paus yang kini disemayamkan di Ruang Clementine, lantai dua Istana Apostolik, Vatikan. Setelah upacara pemakaman di Basilika Santo Petrus, acara dilanjutkan dengan conclave atau pertemuan para Kardinal untuk memilih Paus baru. Hingga Senin (4/4), tamu dari berbagai negara masih mengalir memberikan penghormatan terakhir.
Ketika masih hidup, Paus Yohanes Paulus II pernah memerintahkan agar conclave bisa dilaksanakan 15 hari setelah kematian Paus yang berkuasa. Kalaupun melewati jadwal, tidak boleh lebih dari 20 hari. Conclave diadakan di Kapel Sistine, Vatikan. Pertemuan berlangsung tertutup. Para Kardinal dijauhkan dari dunia luar. Mereka harus melalui pemeriksaan intensif dan dilarang melakukan kontak melalui telepon. Persyaratan itu dilakukan agar pemilihan Paus berjalan bersih tanpa tekanan.
Para Kardinal juga disumpah untuk merahasiakan proses pemilihan. Setiap laki-laki dewasa Katolik umumnya bisa dicalonkan menjadi Paus. Namun, selama ini Paus selalu berasal dari kalangan Kardinal.(KEN/Uri)
Ketika masih hidup, Paus Yohanes Paulus II pernah memerintahkan agar conclave bisa dilaksanakan 15 hari setelah kematian Paus yang berkuasa. Kalaupun melewati jadwal, tidak boleh lebih dari 20 hari. Conclave diadakan di Kapel Sistine, Vatikan. Pertemuan berlangsung tertutup. Para Kardinal dijauhkan dari dunia luar. Mereka harus melalui pemeriksaan intensif dan dilarang melakukan kontak melalui telepon. Persyaratan itu dilakukan agar pemilihan Paus berjalan bersih tanpa tekanan.
Para Kardinal juga disumpah untuk merahasiakan proses pemilihan. Setiap laki-laki dewasa Katolik umumnya bisa dicalonkan menjadi Paus. Namun, selama ini Paus selalu berasal dari kalangan Kardinal.(KEN/Uri)