Liputan6.com, Adelaide: Kebakaran hutan merupakan ancaman bagi warga Australia saat musim panas tiba, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pinggiran kota. Warga setempat sering melayangkan protes karena putusnya hubungan komunikasi saat terjadi kebakaran yang akhirnya menghanguskan rumah atau bangunan perkantoran.
Kini warga pinggiran kota di Australia boleh sedikit lega. Sebab, seperti diberitakan baru-baru ini, tak lama lagi sebuah perusahaan komunikasi akan menyediakan sebuah satelit yang berfungsi mengawasi dan mendeteksi kebakaran hutan sejak dini.
Hasilnya bisa dilihat ketika pengambilan gambar seminggu setelah terjadinya kebakaran hutan di Port Lincoln, Australia bagian selatan yang diambil melalui satelit. Dengan kamera canggih ini, hasil gambar memperlihatkan detail yang sangat bagus seperti hewan-hewan ternak, timbunan rumput kering, gerakan api. Hingga kini teknologi tersebut masih terus dipelajari para peneliti.
John Douglas, pimpinan perusahaan Apogee Technology Inc--sebuah perusahaan di Adelaide Hills--menggunakan satelit untuk menghasilkan model daratan digital. Sebuah sistem yang disebut sebagai fire eye itu akan menunjukkan banyaknya tumbuh-tumbuhan di suatu daerah.
Di taman nasional di Adelaide Hills misalnya, warna merah mewakili nyala api yang besar. Douglas menambahkan, fire eye juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi daerah rawan kebakaran sebelum musim panas tiba. Dengan demikian langkah-langkah pengamanan dapat dilakukan.
Keunggulan lainnya, sistem ini bisa digunakan saat telah terjadi kebakaran. Karena itu jika suatu daerah akan tersapu api, dalam jangka waktu tertentu maka pihak berwenang bisa segera mengungsikan penduduk yang terancam bahaya kebakaran.
Salah satu tujuan lain Apogee dalam penyediaan satelit adalah memberikan informasi jika warga terjebak dalam kepulan asap. Cuma dengan melalui telepon atau telepon genggam mereka dapat mencari jalan keluar yang jauh dari ancaman api.(AIS/Yoh)
Kini warga pinggiran kota di Australia boleh sedikit lega. Sebab, seperti diberitakan baru-baru ini, tak lama lagi sebuah perusahaan komunikasi akan menyediakan sebuah satelit yang berfungsi mengawasi dan mendeteksi kebakaran hutan sejak dini.
Hasilnya bisa dilihat ketika pengambilan gambar seminggu setelah terjadinya kebakaran hutan di Port Lincoln, Australia bagian selatan yang diambil melalui satelit. Dengan kamera canggih ini, hasil gambar memperlihatkan detail yang sangat bagus seperti hewan-hewan ternak, timbunan rumput kering, gerakan api. Hingga kini teknologi tersebut masih terus dipelajari para peneliti.
John Douglas, pimpinan perusahaan Apogee Technology Inc--sebuah perusahaan di Adelaide Hills--menggunakan satelit untuk menghasilkan model daratan digital. Sebuah sistem yang disebut sebagai fire eye itu akan menunjukkan banyaknya tumbuh-tumbuhan di suatu daerah.
Di taman nasional di Adelaide Hills misalnya, warna merah mewakili nyala api yang besar. Douglas menambahkan, fire eye juga bisa digunakan untuk mengidentifikasi daerah rawan kebakaran sebelum musim panas tiba. Dengan demikian langkah-langkah pengamanan dapat dilakukan.
Keunggulan lainnya, sistem ini bisa digunakan saat telah terjadi kebakaran. Karena itu jika suatu daerah akan tersapu api, dalam jangka waktu tertentu maka pihak berwenang bisa segera mengungsikan penduduk yang terancam bahaya kebakaran.
Salah satu tujuan lain Apogee dalam penyediaan satelit adalah memberikan informasi jika warga terjebak dalam kepulan asap. Cuma dengan melalui telepon atau telepon genggam mereka dapat mencari jalan keluar yang jauh dari ancaman api.(AIS/Yoh)