Warga Nias di Perantauan Mencemaskan Keluarga

Rosalia Duha, warga asal Nias yang tinggal di Bekasi, Jabar, kehilangan kontak dengan suaminya yang pulang ke Nias, Jumat pekan silam. Ia bersiap-siap pulang untuk mencari suami dan kerabatnya.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Maret 2005, 08:30 WIB
Liputan6.com, Bekasi: Gempa 8,7 skala Richter yang mengguncang Pulau Nias, Sumatera Utara, membuat banyak warga asal Nias yang berada di perantauan cemas. Mereka sibuk mencari informasi mengenai kondisi keluarganya di kampung halaman. Bahkan, untuk itu, sebagian warga asal Nias di Jakarta dan sekitarnya berencana pulang kampung.

Rosalia Duha, misalnya. Warga asal Nias yang tinggal di Bekasi, Jawa Barat, kehilangan kontak dengan suaminya, Waspada Wao yang pulang kampung, Jumat pekan silam. Waspada pulang ke Nias, untuk merayakan Paskah sekaligus mempersiapkan diri mengikuti pemilihan kepala daerah.

Kontak terakhir dengan Waspada yang berada di Kampung Bawo Mataluo, Nias, dilakukan putrinya pada Senin petang, beberapa jam sebelum gempa. Rosalia mengaku telah berupaya menghubungi beberapa kerabat di Nias, namun hasilnya tetap nihil.

Selain tetap mencari informasi tentang suaminya, Rosalia juga bersiap-siap pulang ke Nias. Ia tetap akan pulang meski informasi yang didapat, jembatan menuju ke kampung halamannya terputus akibat gempa.(AWD/Dewi Puspita dan Erwin Arief)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya