Rusdihardjo Minta Maaf

Rusdihardjo mengatakan, pers Malaysia telah memelintir ucapannya. Anggota Komisi I Djoko Susilo meminta, Rusdihardjo menggugat pers Malaysia yang menggunakan kata indon untuk menyebut Indonesia.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Maret 2005, 20:29 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Rusdihardjo meminta maaf kepada anggota Dewan. Dia mengatakan, pers Malaysia memelintir ucapannya sehingga ditulis kalau dirinya mengatakan unjuk rasa anti-Malaysia di Indonesia crazy. Demikian diungkapkan Rusdihardjo dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi I dan II DPR, Rabu (23/3) siang [baca: DPR Memanggil Rusdihardjo].

Rusdihardjo menegaskan, dirinya sebagai sosok nasionalis. Untuk itu, tak pernah terpikirkan dalam benaknya membela Negeri Jiran untuk Ambalat. Sebaliknya, menurut mantan Kepala Polri ini, Ambalat harus dipertahankan sampai titik darah penghabisan.

Seputar permintaan maafnya kepada Malaysia yang menjadi headline setiap surat kabar di negeri serumpun itu, Rusdihardjo mengatakan, karena barisan nasional Pemuda Malaysia marah. Mereka tak terima bendera Malaysia dibakar demonstran di Tanah Air.

Namun sebagian anggota Dewan tak puas dengan penjelasan Rusdihardjo. Anggota Komisi I Slamet Effendi Yusuf mengatakan, tak seharusnya Rusdihardjo meminta maaf. Malaysia telah bertindak ekspansif. Dan, menurut dia, sudah seharusnya Dubes mencerminkan perasaan bangsanya.

Djoko Susilo berkomentar lebih keras. Anggota Komisi I dari Fraksi Partai Amanat Nasional ini meminta, Rusdihardjo menggugat pers Malaysia yang menggunakan kata indon untuk menyebut Indonesia. "Ini sama saja dengan sebutan negro untuk menyebut kulit hitam di Amerika Serikat," kata Djoko.

Seperti diberitakan permohonan maaf Rusdihardjo dikutip Kantor Berita Malaysia Bernama pada 14 Maret 2005. Bernama merilis, Rusdihardjo mengatakan, pembakaran bendera adalah tindakan yang tak sopan. Mereka [yang membakar bendera] ialah orang-orang hungry, bila hungry mereka jadi angry.(ICH/Aryo Adi dan Agung Nugroho)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya