Liputan6.com, Jakarta: Penyebab 40 persen saham PT Handjaja Mandala Sampoerna diakuisisi mungkin akan terjawab. Keluarga Sampoerna saat ini tengah menjajaki diversifikasi usaha di sektor pertanian dan infrastruktur yang diyakini sedang dibutuhkan Indonesia. Dalam siaran pers di Jakarta, Senin (21/3), Presiden Komisaris PT HM Sampoerna, Putera Sampoerna menegaskan, perkembangan industri rokok di Tanah Air semakin sulit. Karena itulah dia melepas mayoritas saham HM Sampoerna kepada Philip Morris.
Putera Sampoerna menambahkan, penjualan 40 persen saham Sampoerna juga untuk memperluas pasar di luar negeri. Ini dilakukan setelah perusahaan yang dirintis sejak 1913 ini membukukan penjualan tertinggi selama 10 tahun terakhir. Putera juga berjanji tak akan meninggalkan Sampoerna begitu saja. Dia mengaku telah bersedia menjadi penasihat senior di dewan direksi selama dibutuhkan [baca: Putera Sampoerna: Akuisisi Langkah Terbaik].
Alasan ini dibenarkan salah satu orang dekat keluarga Sampoerna, Hermawan Kartajaya. Presiden MarkPlus & Co ini mengakui persaingan industri rokok semakin ketat. Hermawan juga menilai dengan menjual saham senilai Rp 18,58 triliun, Sampoerna akan mendatangkan keuntungan besar. Sebab, Philip Morris membeli saham dengan harga lebih tinggi 20 persen dari nilai saham Sampoerna di pasar bursa saat itu.(YAN/Susanti Jo dan Budi Sukma)
Putera Sampoerna menambahkan, penjualan 40 persen saham Sampoerna juga untuk memperluas pasar di luar negeri. Ini dilakukan setelah perusahaan yang dirintis sejak 1913 ini membukukan penjualan tertinggi selama 10 tahun terakhir. Putera juga berjanji tak akan meninggalkan Sampoerna begitu saja. Dia mengaku telah bersedia menjadi penasihat senior di dewan direksi selama dibutuhkan [baca: Putera Sampoerna: Akuisisi Langkah Terbaik].
Alasan ini dibenarkan salah satu orang dekat keluarga Sampoerna, Hermawan Kartajaya. Presiden MarkPlus & Co ini mengakui persaingan industri rokok semakin ketat. Hermawan juga menilai dengan menjual saham senilai Rp 18,58 triliun, Sampoerna akan mendatangkan keuntungan besar. Sebab, Philip Morris membeli saham dengan harga lebih tinggi 20 persen dari nilai saham Sampoerna di pasar bursa saat itu.(YAN/Susanti Jo dan Budi Sukma)