Liputan6.com, Cimahi: Tim evakuasi korban longsoran sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwigajah, Cimahi, Jawa Barat, Ahad (27/2) petang, kembali menemukan lima jenazah. Berarti, jumlah korban tewas yang telah ditemukan menjadi 100 orang [baca: Korban Tewas TPA Leuwigajah Sudah 95 Orang].
Kelima jasad tersebut ditemukan lengkap dengan berbagai surat identitas pribadi termasuk kartu tanda penduduk (KTP). Beberapa perhiasan yang dikenakan korban juga masih menempel pada bagian tubuh mayat korban longsoran. Petugas kemudian menyerahkan lima jenazah itu dan berbagai dokumen pada keluarga masing-masing.
Tim evakuasi sempat mengalami kesulitan saat mengangkat jasad korban. Ini dikarenakan terdapat sejumlah genangan air di lokasi akibat hujan. Selain itu, banyaknya warga yang berkumpul di sekitar lokasi membuat proses evakuasi oleh petugas ke tempat penampungan mengalami sedikit gangguan.
Kelambanan evakuasi juga disebabkan sedikitnya alat berat yang dikerahkan para petugas. Hingga kini, petugas belum dapat menentukan batas waktu evakuasi korban. Mereka pun khawatir terserang wabah kolera maupun tetanus, mengingat kondisi mayat umumnya telah membusuk dan mengeluarkan cairan.
Ada persoalan lain. Hingga kini, tiga pemerintah daerah setempat belum memutuskan jadi tidaknya relokasi bagi warga di sekitar TPA Leuwigajah. Menurut Wakil Bupati Bandung Elyadi Agrahardja, rencana relokasi bagi korban baru akan dibahas bersama Gubernur Jabar Danny Setiawan dan tiga kepala daerah yang bertanggung jawab atas lahan TPA Leuwigajah.
Elyadi mengatakan, jumlah dana untuk relokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum dapat diperkirakan. Elyadi menambahkan, pihaknya masih mendata dan mengkaji ulang kemungkinan rencana relokasi tersebut.
Saat ini pemerintah daerah masih berkonsentrasi pada tahap evakuasi. Jumlah pengungsi tercatat 67 kepala keluarga atau 275 jiwa. Para pengungsi menempati Sekolah Dasar Negeri Batujajar II dan beberapa rumah saudara mereka atau penduduk sekitar.
Hari ini, bantuan bagi para pengungsi terus mengalir. Adapun jumlah sumbangan uang tunai yang telah terkumpul sebanyak Rp 495 juta. Uang itu sama sekali belum digunakan baik untuk santunan maupun ganti rugi bagi para korban bencana.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)
Kelima jasad tersebut ditemukan lengkap dengan berbagai surat identitas pribadi termasuk kartu tanda penduduk (KTP). Beberapa perhiasan yang dikenakan korban juga masih menempel pada bagian tubuh mayat korban longsoran. Petugas kemudian menyerahkan lima jenazah itu dan berbagai dokumen pada keluarga masing-masing.
Tim evakuasi sempat mengalami kesulitan saat mengangkat jasad korban. Ini dikarenakan terdapat sejumlah genangan air di lokasi akibat hujan. Selain itu, banyaknya warga yang berkumpul di sekitar lokasi membuat proses evakuasi oleh petugas ke tempat penampungan mengalami sedikit gangguan.
Kelambanan evakuasi juga disebabkan sedikitnya alat berat yang dikerahkan para petugas. Hingga kini, petugas belum dapat menentukan batas waktu evakuasi korban. Mereka pun khawatir terserang wabah kolera maupun tetanus, mengingat kondisi mayat umumnya telah membusuk dan mengeluarkan cairan.
Ada persoalan lain. Hingga kini, tiga pemerintah daerah setempat belum memutuskan jadi tidaknya relokasi bagi warga di sekitar TPA Leuwigajah. Menurut Wakil Bupati Bandung Elyadi Agrahardja, rencana relokasi bagi korban baru akan dibahas bersama Gubernur Jabar Danny Setiawan dan tiga kepala daerah yang bertanggung jawab atas lahan TPA Leuwigajah.
Elyadi mengatakan, jumlah dana untuk relokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) belum dapat diperkirakan. Elyadi menambahkan, pihaknya masih mendata dan mengkaji ulang kemungkinan rencana relokasi tersebut.
Saat ini pemerintah daerah masih berkonsentrasi pada tahap evakuasi. Jumlah pengungsi tercatat 67 kepala keluarga atau 275 jiwa. Para pengungsi menempati Sekolah Dasar Negeri Batujajar II dan beberapa rumah saudara mereka atau penduduk sekitar.
Hari ini, bantuan bagi para pengungsi terus mengalir. Adapun jumlah sumbangan uang tunai yang telah terkumpul sebanyak Rp 495 juta. Uang itu sama sekali belum digunakan baik untuk santunan maupun ganti rugi bagi para korban bencana.(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)