Jalur Penyeberangan Jawa-Bali Lumpuh

Massa sudah menghentikan pemblokiran jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk. Kendati begitu, kemacetan kendaraan barang dan penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa mencapai tujuh kilometer.

oleh Liputan6Diterbitkan 16 Maret 2001, 15:20 WIB
Liputan6.com, Ketapang: Jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk yang menghubungkan Pulau Jawa dan Bali masih macet total hingga Jumat (16/3) siang. Aksi massa yang menutup jalur tersebut sejak Kamis kemarin sudah bubar sejak malam harinya. Namun jalur lalu lintas dan penyeberangan dari Pulau Bali ke Pulau Jawa dan sebaliknya belum normal. Demikian hasil pantauan SCTV, Ketapang, Bali.

Bahkan sampai berita ini diturunkan, antrean kendaraan barang dan penumpang yang hendak menyeberang ke Pulau Jawa mencapai tujuh kilometer. Sementara penyeberangan kapal feri dari Gilimanuk-Ketapang juga belum sepenuhnya normal. Sebab dari 18 Kapal feri yang biasa melayani penyeberangan, baru 13 kapal yang beroperasi.

Kemacetan arus penyeberangan Ketapang-Gilimanuk ini adalah buntut dari pendudukan massa pendukung Presiden Wahid yang menggelar Istighosah di halaman Kantor Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan Ketapang. Dalam aksi tersebut, massa yang datang dari Banyuwangi, Jember, dan beberapa kota di sekitarnya meminta berbagai upaya untuk melengserkan Presiden Wahid dihentikan. Akibat demonstrasi itu, di Terminal Antarkota dan Antarprovinsi Ubung, Denpasar tak terdapat bus antarprovinsi. Sebab semua bus reguler dari Jawa masih tertahan di Pelabuhan Ketapang.(ORS/Yudah Prakoso dan Iwan Gunawan)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya