Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono melantik tiga Kepala Staf TNI baru. Pengangkatan sumpah dilaksanakan di Istana Negara Jakarta, Jumat (18/2) pagi. Mereka yang dilantik adalah Letnan Jenderal TNI Djoko Santoso sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Darat, Laksamana Madya Slamet Subiyanto selaku Kepala Staf TNI Angkatan Laut, dan Marsekal Madya Joko Suyanto sebagai Kepala Staf TNI Angkatan Udara.
Letjen Djoko menggantikan Jenderal Ryamizard Ryacudu. Laksdya Slamet Subiyanto mengambil alih jabatan dari Laksamana Bernard Kent Sondakh. Sedangkan Marsdya Joko Suyanto menggantikan Marsekal Chappy Hakim. Sekadar diketahui, kemarin pagi, pangkat Joko Suyanto dinaikkan dari Marsekal Muda menjadi Marsekal Madya [baca: Nama Tiga Kepala Staf TNI Baru Diumumkan].
Seusai pelantikan Djoko Santoso, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengaku lega telah menyelesaikan tugas sebagai KSAD. Untuk kariernya ke depan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada atasan. "Terserah atasan. Saya belum pensiun," kata menantu bekas Wakil Presiden Try Sutrisno ini singkat.
Berdasarkan informasi yang dirangkum www.liputan6.com, selama beberapa waktu ke depan, Ryamizard kemungkinan tak akan kebagian jabatan strategis di tubuh militer. Bersama Marsekal Chappy Hakim dan Laksamana Bernard Kent Sondakh, Ryamizard cuma akan menjadi perwira tinggi di Markas Besar TNI.(TNA/ICH/Tim Liputan 6 SCTV)
Letjen Djoko menggantikan Jenderal Ryamizard Ryacudu. Laksdya Slamet Subiyanto mengambil alih jabatan dari Laksamana Bernard Kent Sondakh. Sedangkan Marsdya Joko Suyanto menggantikan Marsekal Chappy Hakim. Sekadar diketahui, kemarin pagi, pangkat Joko Suyanto dinaikkan dari Marsekal Muda menjadi Marsekal Madya [baca: Nama Tiga Kepala Staf TNI Baru Diumumkan].
Seusai pelantikan Djoko Santoso, Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu mengaku lega telah menyelesaikan tugas sebagai KSAD. Untuk kariernya ke depan, dia menyerahkan sepenuhnya kepada atasan. "Terserah atasan. Saya belum pensiun," kata menantu bekas Wakil Presiden Try Sutrisno ini singkat.
Berdasarkan informasi yang dirangkum www.liputan6.com, selama beberapa waktu ke depan, Ryamizard kemungkinan tak akan kebagian jabatan strategis di tubuh militer. Bersama Marsekal Chappy Hakim dan Laksamana Bernard Kent Sondakh, Ryamizard cuma akan menjadi perwira tinggi di Markas Besar TNI.(TNA/ICH/Tim Liputan 6 SCTV)