Nama Tiga Kepala Staf TNI Baru Diumumkan

Letjen Djoko Santoso, Laksdya Slamet Soebijanto, dan Marsdya Djoko Suyanto masing-masing diangkat menjadi KSAD, KSAL serta KSAU. Mereka akan dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, besok.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Februari 2005, 18:41 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pelan tapi pasti, gerbong pergeseran di tubuh TNI mulai didorong. Setelah dua pekan silam, terjadi mutasi dan promosi di jajaran perwira menengah (pamen), sekarang giliran para bintang. Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (17/2) siang, resmi mengumumkan tiga kepala staf baru. Pengumuman disampaikan Kepala Pusat Penerangan TNI Mayor Jenderal Sjafrie Sjamsoeddin.

Seperti sudah diperkirakan, Letnan Jenderal TNI Djoko Santoso akhirnya menduduki jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD). Lulusan Akademi Militer (Akmil) 1975 ini menggantikan seniornya Jenderal TNI Ryamizard Ryacudu [baca: Empat Nama Calon KSAD Diajukan].

Laksamana Madya Slamet Soebijanto menjadi Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) menggeser Laksamana TNI Bernath Kent Sondakh. Sedangkan jabatan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) dipercayakan kepada Marsekal Madya Djoko Suyanto menggantikan Marsekal Chappy Hakim. Sekadar diketahui, pagi tadi, pangkat Joko Suyanto dinaikkan dari Marsekal Muda menjadi Marsekal Madya.

Sjafrie mengatakan, pengangkatan ketiga kepala staf TNI baru ini tertuang dalam Keputusan Presiden Nomor 06/TNI/2005 yang ditandatangani 16 Februari 2005. Selanjutnya mereka akan dilantik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di Istana Negara, Jakarta, besok. Sementara serah terima jabatan dilakukan pada kesempatan pertama di Mabes TNI AD, Mabes TNI AL, dan Mabes TNI AU.

Ini adalah era kaum muda, bisa jadi. Ditilik dari usia, ketiga kepala staf TNI baru ini tak lebih dari 55 tahun. Artinya mereka masih bisa berkibar. Bukan tak mungkin, nantinya, satu di antara mereka bakal menjadi panglima TNI.

Tak diragukan, ketiga kepala staf baru ini pun punya karier kinclong. Bahkan karier Djoko bisa dibilang paling moncer. Melesat. Lelaki kelahiran Solo, Jawa Tengah, 8 September 1952, ini cuma butuh waktu empat tahun untuk melenting dari jajaran pamen dan hinggap di kelompok perwira tinggi.

Pada 1998, Djoko masih berpangkat Kolonel dan menjabat sebagai Komandan Korem 072/Pamungkas, Yogyakarta. Namun, siapa sangka, empat tahun kemudian dia sudah menjabat Panglima Komando Daerah Militer XVI/Pattimura dan Panglima Komando Operasi Pemulihan Keamanan dengan bintang dua di pundak.

Karier militer Djoko lebih banyak di lingkungan Komando Cadangan Strategis TNI AD (Kostrad). Dia pernah bertugas di Yon Infantri Lintas Udara 502 dan 330 Kostrad. Selanjutnya menjabat Panglima Divisi Infanteri 2/Kostrad sebelum akhirnya menjadi Pangdam VXI Pattimura dan Panglima Kodam Jaya. Terakhir Djoko menjabat Wakil Kepala Staf TNI AD.

Perjalanan karier Slamet Soebijanto pun tak kalah mulus. Sebagai perwira korps pelaut, karier pria kelahiran Mojokerto, Jawa Timur, 4 Juli 1951, ini sebagian besar dihabiskan di kapal. Dia tercatat pernah menjabat Komandan KRI Pulau Ratewo dan Komandan KRI Monginsidi.

Slamet juga pernah menjabat sebagai Asisten Perencanaan Umum TNI dan Panglima Armada Timur. Sebelum diangkat menjadi KSAL, terakhir alumnus Akademi Angkatan Bersenjata RI (Akabri) 1973--seangkatan dengan Presiden Yudhoyono--ini memangku jabatan Wakil Gubernur Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhanas).

Prestasi Djoko Suyanto juga terbilang lancar. Bahkan lelaki kelahiran Madiun, Jatim, 2 Desember 1950, ini disebut-sebut sebagai salah seorang penerbang terbaik di TNI AU. Dia adalah seorang penerbang pesawat tempur F-5 Tiger II di Skuadron Udara 14, Pangkalan Udara TNI AU Iswahyudi, Malang, Jatim.

Sebelum diangkat menjadi KSAU, pria yang pernah kursus di USAF Fighter Weapon Instructor School di Nellis Air Force Base, Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat, ini pernah menjabat sebagai Komandan Skuadron Udara 14 dan Komandan Lanud Iswahyudi. Selanjutnya dia menjabat sebagai Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional serta Komandan Komando Pendidikan TNI AU. Terakhir Djoko Suyanto menjadi Asisten Operasi KSAU.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya