Liputan6.com, Jakarta: Polisi meringkus empat pembunuh Barkah Hani, istri Direktur Pengamanan Badan Intelijen Negara dan sopirnya, Rahmat. Satu di antara mereka adalah wanita. Demikian diungkapkan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Metro Jaya Komisaris Besar Tjiptono di Jakarta, Senin (14/2).
Semua pelaku ternyata teman usaha Barkah. Mereka masing-masing Leo, Bono, Adnan serta Ida. Menurut Tjiptono, Ida adalah otak pembunuhan. Sementara yang lain hanya bertindak sebagai eksekutor. Keempatnya diringkus di tempat berbeda, di antaranya di kawasan Pramuka, Jakarta Timur.
Pembunuhan dilakukan di rumah Bono di Kompleks Perumahan Billymoon di kawasan Pondok Kelapa, Jaktim. Motif pembunuhan adalah persaingan usaha dan utang piutang senilai Rp 500 juta. Para tersangka kini masih diperiksa di Markas Polda Metro Jaya.
Sementara menurut ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Abdul Mun`im, pembunuhan berlangsung dalam suasana emosional. Pembunuh memukul kepala bagian belakang Hani dengan palu sehingga tengkoraknya retak. Pelaku juga beberapa kali menusuk dagu Hani.
Perlakuan terhadap Rahmat pun tak kalah sadis. Lelaki berusia 32 tahun ini menderita belasan luka tusuk di sepanjang dada dan perut bagian kiri, lengan kiri, punggung, dan pinggang. Di bagian dagunya juga terdapat luka bekas pukulan palu.
Barkah dan Rahmat ditemukan di dalam kendaraan mereka di kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Kedua jenazah ditemukan oleh tukang ojek dalam keadaan bertumpuk di bawah dashboard mobil pick-up [baca: Dua Mayat Ditemukan Bertumpuk di Bekasi].(DNP/Widyaningsih dan Sony Sigit)
Semua pelaku ternyata teman usaha Barkah. Mereka masing-masing Leo, Bono, Adnan serta Ida. Menurut Tjiptono, Ida adalah otak pembunuhan. Sementara yang lain hanya bertindak sebagai eksekutor. Keempatnya diringkus di tempat berbeda, di antaranya di kawasan Pramuka, Jakarta Timur.
Pembunuhan dilakukan di rumah Bono di Kompleks Perumahan Billymoon di kawasan Pondok Kelapa, Jaktim. Motif pembunuhan adalah persaingan usaha dan utang piutang senilai Rp 500 juta. Para tersangka kini masih diperiksa di Markas Polda Metro Jaya.
Sementara menurut ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Abdul Mun`im, pembunuhan berlangsung dalam suasana emosional. Pembunuh memukul kepala bagian belakang Hani dengan palu sehingga tengkoraknya retak. Pelaku juga beberapa kali menusuk dagu Hani.
Perlakuan terhadap Rahmat pun tak kalah sadis. Lelaki berusia 32 tahun ini menderita belasan luka tusuk di sepanjang dada dan perut bagian kiri, lengan kiri, punggung, dan pinggang. Di bagian dagunya juga terdapat luka bekas pukulan palu.
Barkah dan Rahmat ditemukan di dalam kendaraan mereka di kawasan Bintara Jaya, Bekasi, Jawa Barat. Kedua jenazah ditemukan oleh tukang ojek dalam keadaan bertumpuk di bawah dashboard mobil pick-up [baca: Dua Mayat Ditemukan Bertumpuk di Bekasi].(DNP/Widyaningsih dan Sony Sigit)