Bayi 81 Akhirnya Berkumpul dengan Keluarga

Hasil tes deoksiribonukleat (DNA) yang diperintahkan pengadilan Srilanka menunjukkan bahwa bayi berusia tiga bulan yang terkenal dengan sebutan Bayi 81 itu adalah anak pasangan tukang cukur di Kalmunai.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Februari 2005, 01:22 WIB
Liputan6.com, Kolombo: Bayi korban Tsunami di Srilanka yang sempat diperebutkan banyak orang akhirnya berkumpul kembali dengan orang tua kandungnya. Hasil tes deoksiribonukleat (DNA) yang diperintahkan pengadilan setempat menunjukkan bahwa bayi berusia tiga bulan yang terkenal dengan sebutan Bayi 81 itu adalah anak pasangan tukang cukur di Kalmunai. Pasangan ini kehilangan semua dokumen keluarga akibat badai Tsunami, 26 Desember silam [baca: Bayi Korban Tsunami di Srilanka Menjadi Rebutan].

Seorang pemuda bersenjata pisau mengamuk di sebuah sekolah dasar di Kota Neyagawa, Jepang. Ditikamnya dua guru dan seorang staf sekolah. Seorang guru di antaranya tewas terkena tikaman di perut.

Dua bom meledak di Narathiwat, Thailand Selatan. Insiden ini menewaskan 10 petugas keamanan. Kota berpenduduk mayoritas muslim itu rencananya dua hari lagi dikunjungi Perdana Menteri Thaksin Shinawatra.

Permukaan laut yang naik dan gelombang besar di Kepulauan Kiribati, Kyoto, Jepang, menggenangi rumah-rumah penduduk di sekitar pantai. Kondisi ini memaksa para penduduk mengungsi. Fenomena alam tersebut diduga kuat akibat pemanasan global rumah kaca. Apabila suhu dunia tetap tinggi, tidak mustahil gelombang laut meneggelamkan Kepulauan Kiribati dan sejumlah negara lain, seperti Maladewa.

Di New Delhi, India, puluhan pemeluk Hindu memprotes perayaan Hari Valentine. Mereka menganggap bahwa Hari Kasih Sayang hanya mengusung nilai-nilai Barat dan menyebarkan pencabulan sehingga tidak cocok dengan tradisi di India. Protes disertai pembakaran kartu-kartu Valentine.(ZIZ/Rcm)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya