Pasien RSUD Budhi Asih Menjadi 50 Orang

Sebanyak sembilan pasien baru masuk dan menjadikan jumlah pasien menjadi 50 orang yang terdiri dari 29 pasien dewasa dan 21 pasien anak-anak. Pihak rumah sakit bahkan menambahkan tempat tidur lipat tambahan.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Februari 2005, 09:03 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Korban wabah demam berdarah dengue di Jakarta bertambah lagi. Di Rumah Sakit Umum Daerah Budhi Asih, Cawang, Jakarta Timur, Sabtu (12/2), sembilan pasien baru masuk. Dengan demikian sejauh ini total pasien berjumlah 50 orang, antara lain terdiri dari 29 pasien dewasa dan 21 anak-anak. Tiga di antara pasien anak-anak dirawat di ruang intensif menerima bantuan pernafasan dan infus cairan karena kondisinya cukup parah.

Terbatasnya ruang perawatan kelas tiga membuat 14 pasien menggunakan tempat tidur lipat yang ditempatkan di ruang perawat, tidak di lorong-lorong rumah sakit. Untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah pasien, pihak rumah sakit menyiapkan 30 tempat tidur lipat tambahan.

Selain obat-obatan, pihak rumah sakit juga menyediakan menu khusus berupa susu dan semangka untuk memulihkan kondisi para penderita DBD. Mereka juga diwajibkan mengonsumsi minuman isotonik (minuman untuk olahragawan). Adapun keluarga para penderita DBD meminta Dinas Kesehatan agar secepatnya melakukan fogging atau penyemprotan guna mencegah meningkatnya jumlah penderita DBD.

Sementara itu di RS Islam Jakarta, dampak terburuk DBD harus dialami Rizki, bocah berusia empat setengah tahun. Ia meninggal setelah sempat menerima perawatan di ruang intensive care unit. Di sana dirawat pula 13 pasien DBD lainnya.

Rizki mulai demam tinggi sejak Ahad silam. Namun, baru dibawa ke rumah sakit pada Kamis silam. Sejak dua hari ini ia mengalami pendarahan. Menurut Jaka Nugraha, dokter yang menjaga ruang ICU, Rizki kemungkinan besar mengidap demam berdarah jenis baru yang hingga saat ini masih diteliti. Sebab, demam berdarah yang dialami sang bocah tidak menunjukkan gejala yang sama dengan DBD biasa. Biasanya, pasien hanya mengalami demam satu hingga dua hari, tetapi kondisinya akan menurun secara drastis.

Sebelumnya jumlah trombosit Rizki cuma 89 ribu per mililiter darah. Hal ini membuat tim medis bekerja mentransfusi darah dan tindakan medis lainnya. Sayangnya, sekitar pukul 22.30 WIB, nyawa Rizki tak tertolong. Menurut petugas RS Islam Jakarta, adik korban juga kini tengah mengalami panas tinggi, namun belum dibawa ke rumah sakit.

Seiring penderitaan yang dialami Rizki, wabah demam berdarah mulai melanda Pekanbaru, Riau. Dalam dua minggu terakhir tercatat ada 28 orang pasien DBD dirawat di tiga rumah sakit di sana. Di RSUD Pekanbaru misalnya, sejak dua minggu ini telah merawat 20 pasien DBD, namun cuma 12 orang yang dinyatakan positif DBD. Sebagian besar adalah anak-anak di bawah umur. Sementara lainnya baru pada tahap suspect (dugaan).

Di rumah sakit lainnya juga menerima pasien DBD namun tidak banyak yang terbukti positif. Tengok saja di RS Tabrani Rab, tiga pasien positif DBD yang dirawat. Begitu juga di RS Ibnu Sina, satu orang penderita dinyatakan positif DBD.(AIS/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya