Liputan6.com, Jakarta: Sebuah helikopter milik PT Gudang Garam mendarat darurat di kawasan Babatan Mukti, Wiyung, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (3/2). Pendaratan dilakukan sekitar pukul 17.00 WIB karena cuaca di udara Surabaya sangat buruk. Pilot helikopter Kapten Joko Purnomo, Nyonya Halim, penumpang, dan seorang mekanik selamat.
Sedianya, helikopter yang ditumpangi istri pemilik PT Gudang Garam itu akan terbang dari Surabaya ke Kediri, Jatim. Saat tinggal landas, cuaca tiba-tiba memburuk sehingga pilot berinisiatif berputar balik ke Bandar Udara Juanda, Surabaya. Karena awan cukup tebal, helikopter terpaksa mendarat darurat. Hingga kini, warga sekitar masih bergerombol menonton helikopter itu. Menurut rencana, helikopter nahas ini diterbangkan kembali, Jumat besok.
Sebelumnya, pesawat komersial Lion Air tergelincir di Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat MD 82 bernomor penerbangan JT 791 ini tergelincir keluar lebih delapan meter dari landasan pacu Bandar Udara Hassanudin Makassar saat mendarat untuk transit. Meski tak ada korban jiwa, insiden ini membuat jadwal sejumlah penerbangan yang berangkat dan mendarat di Bandara Hasanuddin terganggu selama dua jam [baca: Pesawat Lion Air Tergelincir di Makassar].(TNA/Benny Christian dan Iwan Gunawan)
Sedianya, helikopter yang ditumpangi istri pemilik PT Gudang Garam itu akan terbang dari Surabaya ke Kediri, Jatim. Saat tinggal landas, cuaca tiba-tiba memburuk sehingga pilot berinisiatif berputar balik ke Bandar Udara Juanda, Surabaya. Karena awan cukup tebal, helikopter terpaksa mendarat darurat. Hingga kini, warga sekitar masih bergerombol menonton helikopter itu. Menurut rencana, helikopter nahas ini diterbangkan kembali, Jumat besok.
Sebelumnya, pesawat komersial Lion Air tergelincir di Makassar, Sulawesi Selatan. Pesawat MD 82 bernomor penerbangan JT 791 ini tergelincir keluar lebih delapan meter dari landasan pacu Bandar Udara Hassanudin Makassar saat mendarat untuk transit. Meski tak ada korban jiwa, insiden ini membuat jadwal sejumlah penerbangan yang berangkat dan mendarat di Bandara Hasanuddin terganggu selama dua jam [baca: Pesawat Lion Air Tergelincir di Makassar].(TNA/Benny Christian dan Iwan Gunawan)