Jalan-Jalan ke Museum Layang-Layang Indonesia

Di tengah rendahnya minat berkunjung ke museum, masih ada museum yang menawarkan perbedaan. Museum Layang-Layang Indonesia tak sekadar menyimpan koleksi, tapi melihat sekaligus membuat sendiri mainan tersebut.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Januari 2005, 15:42 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kuambil buluh sebatang. Kupotong sama panjang. Kuraut dan kutimbang dengan benang kujadikan layang-layang... Penggalan lirik lagu anak-anak tadi begitu akrab di telinga. Kegagahan layang-layang kini memang jarang mewarnai angkasa, tapi minat terhadap mainan tradisional asal Cina ini masih ada. Lihat saja Museum Layang-Layang Indonesia di Pondok Labu, Jakarta Selatan. Saban hari, puluhan bocah terlihat asyik bermain di museum itu.

Sang pegagas, Endang Widjarnako ketika mendirikan museum pada Maret 2003 memang berniat memberi pengetahuan tentang seluk beluk sejarah layang-layang dan pembuatannya. Endang juga sangat tahu layang-layang adalah mainan yang tak mengenal batasan usia. Karena itulah, popularitas mainan yang ditemukan sekitar 500 sebelum Masehi sulit redup.

Kepala pengelola museum, Zainal A. Effendi menjelaskan, konsep pendirian museum layang-layang di atas tanah seluas 3.000 meter untuk mengabadikan kecintaan terhadap layang-layang. "Juga menghilangkan pandangan negatifnya," kata Zainal. Maklumlah, layang-layang dinilai mengotori lingkungan karena benang atau kerangkanya kerap tersangkut di kabel listrik atau genteng rumah.

Untuk membedakan dari lumrahnya museum sebagai tempat mengoleksi barang-barang, pengelola menyediakan fasilitas audio visual dan workshop pembuatan layang-layang. "Kita juga memperkenalkan festival layang-layang di luar dan dalam negeri, sebelum membuat layang-layang itu sendiri," jelas Zainal. Keunikan Museum Layang-Layang Indonesia membuat pengunjung selalu ramai datang. "Bayangan museum yang selama ini seram karena gedungnya kuno, ternyata berbeda. Anak-anak sangat antusias," kata Wakil Kepala Sekolah Dasar IV BPK Penabur, Jakarta.

Museum dibuka mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Hingga kini, sedikitnya 26 ribu pengunjung tersedot datang ke Museum Layang-Layang Indonesia. Tamu bukan hanya dari kalangan murid sekolah lokal. Belakangan, kelompok murid sekolah internasional juga tertarik datang di tengah rendahnya minat berkunjung ke museum.(KEN/Tim Usaha Anda)

MUSEUM LAYANG-LAYANG INDONESIA
Jalan H. Kamang Nomor 38, Pondok Labu, Jakarta Selatan
Telepon : (021) 765-8075
Faksimile: (021) 750-5112

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya