Menentang Pembangunan Pagar Pembatas, Warga Palestina Bentrok

Unjuk rasa menentang dilanjutkannya pembangunan pagar pembatas di wilayah yang tengah disengketakan di Tepi Barat, berakhir ricuh. Sengketa wilayah permukiman Yahudi ini masih dibahas di MA Israel.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Januari 2005, 08:29 WIB
Liputan6.com, Tepi Barat: Aksi menentang dilanjutkannya pembangunan pagar pembatas di wilayah yang tengah disengketakan di Tepi Barat, Selasa (25/1), berakhir ricuh. Puluhan warga sipil Palestina terlibat bentrokan setelah tentara Israel berusaha menghalau para pengunjuk rasa. Tak dikabarkan adanya korban dalam bentrokan kali ini.

Dalam aksinya, demonstran sambil mengusung bendera Palestina meneriakkan tuntutan agar pembangunan pagar pembatas di dekat permukiman Yahudi Ariel di Tepi Barat, dihentikan. Mereka menilai Israel seharusnya membekukan pembangunan di wilayah itu. Soalnya, hingga kini penduduk Kota Salfit, Palestina, yang tinggal dekat permukiman Yahudi tersebut tengah mengupayakan banding di Mahkamah Agung Israel.

Seperti diketahui, permukiman Ariel yang dihuni warga Yahudi berada di tengah permukiman Palestina. Sementara pembangunan pagar pembatas Tepi Barat menurut cetak biru pemerintah Israel dibuat mengelilingi permukiman tersebut sepanjang empat kilometer. Inilah yang ditentang warga Palestina dan dunia internasional. Israel didesak agar merevisi rute pembangunan pagar pembatas itu.(ORS/Idr)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya