Liputan6.com, Jakarta: Setelah mengalami penundaan karena alasan medis, Anggi dan Anjeli, bayi kembar siam asal Medan, Sumatra Utara, masih juga belum menjalani operasi pemisahan. Padahal, putri pasangan Neng Harmaini dan Subari itu sudah 10 bulan berada di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Salemba, Jakarta Pusat. Baru-baru ini, Anggi-Anjeli dibawa kedua orang tuanya tinggal di Mes Simalungun, Cempaka Putih, Jakpus.
Anggi-Anjeli lahir pada 11 Februari 2004 di Kota Medan. Keduanya lahir dengan dua kepala, tiga kaki, dan satu pusar. Pada 24 Februari 2004, RS Adam Malik Medan merujuk RSCM untuk menangani bayi kembar dempet ini hingga sekarang. Namun setelah hampir setahun, operasi pemisahan tubuh Anggi-Anjeli belum juga ada kepastian.
Beberapa pekan setelah tiba di RSCM, tim medis menyatakan siap mengoperasi Anggi-Anjeli. Namun karena alasan kesehatan si kembar, tim medis lantas menunda pengoperasian tersebut dan hingga kini belum ada tindak lanjutnya lagi [baca: Operasi Pemisahan Anggi-Anjeli Ditunda]. Rupanya nasib baik belum berpihak kepada pasangan suami istri tersebut.
Penantian panjang dirasakan Neng Harmaini dan Subari. Sepuluh bulan sudah mereka menemani kedua putri tercintanya itu. Sedangkan putri pertama mereka yang berumur tujuh tahun saat ini diasuh neneknya di Medan. Sambil menunggu waktu operasi, Harmaini meminta izin kepada pihak RSCM untuk membawa Anggi-Anjeli keluar selama satu pekan. Dan kini mereka tinggal di Mes Simalungun. Baik Harmaini maupun Subari berharap ada kejelasan atas nasib putri kembar mereka.(DEN/Rieke Amru dan Wisnu Murti)
Anggi-Anjeli lahir pada 11 Februari 2004 di Kota Medan. Keduanya lahir dengan dua kepala, tiga kaki, dan satu pusar. Pada 24 Februari 2004, RS Adam Malik Medan merujuk RSCM untuk menangani bayi kembar dempet ini hingga sekarang. Namun setelah hampir setahun, operasi pemisahan tubuh Anggi-Anjeli belum juga ada kepastian.
Beberapa pekan setelah tiba di RSCM, tim medis menyatakan siap mengoperasi Anggi-Anjeli. Namun karena alasan kesehatan si kembar, tim medis lantas menunda pengoperasian tersebut dan hingga kini belum ada tindak lanjutnya lagi [baca: Operasi Pemisahan Anggi-Anjeli Ditunda]. Rupanya nasib baik belum berpihak kepada pasangan suami istri tersebut.
Penantian panjang dirasakan Neng Harmaini dan Subari. Sepuluh bulan sudah mereka menemani kedua putri tercintanya itu. Sedangkan putri pertama mereka yang berumur tujuh tahun saat ini diasuh neneknya di Medan. Sambil menunggu waktu operasi, Harmaini meminta izin kepada pihak RSCM untuk membawa Anggi-Anjeli keluar selama satu pekan. Dan kini mereka tinggal di Mes Simalungun. Baik Harmaini maupun Subari berharap ada kejelasan atas nasib putri kembar mereka.(DEN/Rieke Amru dan Wisnu Murti)