Liputan6.com, Mataram: Oli Palsu marak di Mataram, Nusatenggara Barat. Baru-baru ini, Kepolisian Daerah NTB membongkar pemalsu oli yang kerap meresahkan masyarakat setempat. Minyak pelumas palsu ini dipalsukan dengan menggunakan kemasan yang sangat mirip dengan kemasan asli. Perbedaan oli palsu dan asli dapat dilihat pada segel penutup. Selain itu, oli palsu yang beredar juga tak mencantumkan logo Pertamina.
Pembongkaran berawal dari adanya keluhan di masyarakat. Banyak pemilik kendaraan bermotor dan pengelola bengkel yang tertipu setelah menggunakan oli tersebut. Soalnya, banyak kendaraan yang semakin rusak setelah memakai minyak pelumas itu. Ada dugaan, oli palsu ini juga beredar di Nusatenggara Timur. Oli palsu dibuat dari bahan ban bekas, solar, dan zat pewarna. Indikasinya terlihat dari warna yang kehitam-hitaman dan aroma karet yang sangat kuat.
Nah, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah oli palsu. Selain dijual secara eceran, oli palsu itu juga dijual secara partai besar dengan menggunakan drum. Di pasaran, harga satu drum sekitar Rp 250 ribu. Sedangkan untuk ukuran satu liter lebih murah Rp 3.000 per kaleng.(ULF/Adhar Hakim)
Pembongkaran berawal dari adanya keluhan di masyarakat. Banyak pemilik kendaraan bermotor dan pengelola bengkel yang tertipu setelah menggunakan oli tersebut. Soalnya, banyak kendaraan yang semakin rusak setelah memakai minyak pelumas itu. Ada dugaan, oli palsu ini juga beredar di Nusatenggara Timur. Oli palsu dibuat dari bahan ban bekas, solar, dan zat pewarna. Indikasinya terlihat dari warna yang kehitam-hitaman dan aroma karet yang sangat kuat.
Nah, setelah dilakukan pengecekan di lapangan, ditemukan sejumlah oli palsu. Selain dijual secara eceran, oli palsu itu juga dijual secara partai besar dengan menggunakan drum. Di pasaran, harga satu drum sekitar Rp 250 ribu. Sedangkan untuk ukuran satu liter lebih murah Rp 3.000 per kaleng.(ULF/Adhar Hakim)