Liputan6.com, Banda Aceh: Tsunami telah sepekan lebih menggulung Nanggroe Aceh Darussalam. Kini tinggal akibatnya yang terasa. Salah satunya, banyak anak-anak yang kehilangan orang tua, entah karena meninggal atau tak diketahui keberadaannya. Orang pun mulai ribut-ribut ingin mengadopsi anak dari sana. Namun, tak sedikit yang mencurigai niat itu. Misalnya, anak-anak itu dijual atau diambil keluarga yang beragama lain. Ada pula yang mengusulkan memberikan prioritas bagi calon orang tua angkat yang berasal dari Aceh agar anak-anak itu tidak kehilangan akar budayanya.
Sejauh ini, keran adopsi bagi masyarakat belum dibuka pemerintah. Di Jakarta, Selasa (4/1), Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menegaskan pemerintah belum membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengadopsi anak dari Aceh. Pertama, karena mungkin saja anak-anak itu masih memiliki kesempatan bertemu keluarganya yang terpisah. Selain itu, jika pun bisa, mekanisme adopsi akan dilakukan secara hati-hati.
Sekolah-sekolah di Aceh mulai kembali dibuka pascabencana. Namun, banyak murid yang meninggalkan sekolah untuk mencari sanak saudara. Kondisi ini dirasakan pengelola beberapa sekolah di Lhoksemauwe. Murid yang masuk tercatat hanya sekitar 80 persen. Gambaran ini terlihat di Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Lhokseumawe. Banyak bangku yang ditinggalkan muridnya. Nilawati, salah seorang guru mengatakan sekolah memberi toleransi bagi murid yang tidak masuk karena ikut mencari anggota keluarga yang meninggal atau hilang saat Tsunami.
Akibat musibah ini, ujian semester di beberapa sekolah tidak dapat dilaksanakan seperti rencana awal, yaitu 27 Desember silam. Beberapa sekolah menengah bahkan baru melaksanakan ujian semester pada Senin kemarin. Sementara sekolah dasar baru melaksanakan ujian hari ini.
Bantuan yang tersendat akibat kendala transportasi membuat warga Meulaboh kekurangan pangan. Tapi, mereka tidak tinggal diam dan pasrah meratapi nasib. Mereka tetap berjuang dan bertahan hidup. Antara lain berupaya menemukan pakaian-pakaian atau setidaknya helai-helai kain entah milik siapa yang hanyut yang bisa digunakan untuk menutup badan.
Agar layak dipakai, kain dicuci terlebih dahulu di air yang juga diragukan kebersihannya meski tanpa detergen, apalagi pengharum pakaian. Kondisi ini patut menjadi perhatian khusus dari pemerintah untuk segera memberikan pakaian layak pakai kepada mereka.
Ironisnya, lebih dari 134 ton bantuan untuk Aceh di Bandar Udara Halim Perdanakusuma belum terangkut. Padahal setiap harinya, ada empat pesawat Hercules yang siap membawa bantuan tersebut. Beberapa alasan yang menjadi penyebab adalah ketidaksiapan Bandara Sultan Iskandar Muda untuk memfasilitasi banyaknya penerbangan pembawa bantuan dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, pemerintah memprioritaskan pengiriman bantuan berupa makanan cepat saji dan obat-obatan. Akibat penumpukan bantuan ini, ada kekhawatiran bahwa barang, terutama bahan makanan akan rusak bila tidak segera didistribusikan.
Masalah yang sama dapat dilihat di Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Banyak bantuan yang tidak segera terkirimkan. Oleh sebab itu, panitia penerima sumbangan terpaksa menolak bantuan yang berupa bahan makanan. Panitia hanya menerima bantuan obat-obatan dan uang.
Tsunami meninggalkan kenangan tersendiri bagi Bambang Maulidin. Karateka peraih medali emas SEA Games 22 di Vietnam ini berhasil lolos dari maut. Ia selamat setelah meninggalkan rumah pascagempa pertama untuk melihat kondisi Kota Banda Aceh. Namun, tak berapa jauh dari rumah, ia menyaksikan gelombang besar bergulungan mengempaskan rumah dan orang-orang di sekitarnya.
Bambang sempat kembali ke rumah untuk mencari keluarganya. Namun, ia tak menemukan apa-apa lagi selain puing dan onggokan reruntuhan bangunan. Sejak itu, Bambang tak lagi dapat bertemu ayah, ibu, dan dua adiknya.
Namun, Tuhan masih bermurah hati. Upaya Bambang mencari keluarganya membuahkan hasil. Setelah tiga hari, sulung dari lima bersaudara ini menemukan dua adik laki-lakinya. Kini, dia dan kedua adiknya berada di kediaman Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Hendarji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Bagi bambang, yang berlalu memang meninggalkan kepedihan. Namun, hidup sesunguhnya maju ke depan. Untuk sementara, Bambang akan menjalani tahap rehabilitasi fisik dan psikologis pasca-Tsunami. Setelah itu, ia akan menjalani pemulihan fisik sebelum masuk Pemusatan Latihan Nasional SEA Games mendatang.
Sri Suhartati, istri seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh, juga selamat dari ganasnya gelombang Tsunami. Sri yang sempat terapung dengan sebuah batang pohon diselamatkan Kapal Republik Indonesia Karimata pimpinan Mayor Laut Firman Nugraha yang mengevakuasi korban beberapa jam setelah bencana.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)
Sejauh ini, keran adopsi bagi masyarakat belum dibuka pemerintah. Di Jakarta, Selasa (4/1), Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah menegaskan pemerintah belum membuka kesempatan bagi masyarakat untuk mengadopsi anak dari Aceh. Pertama, karena mungkin saja anak-anak itu masih memiliki kesempatan bertemu keluarganya yang terpisah. Selain itu, jika pun bisa, mekanisme adopsi akan dilakukan secara hati-hati.
Sekolah-sekolah di Aceh mulai kembali dibuka pascabencana. Namun, banyak murid yang meninggalkan sekolah untuk mencari sanak saudara. Kondisi ini dirasakan pengelola beberapa sekolah di Lhoksemauwe. Murid yang masuk tercatat hanya sekitar 80 persen. Gambaran ini terlihat di Sekolah Dasar Negeri 2 Kota Lhokseumawe. Banyak bangku yang ditinggalkan muridnya. Nilawati, salah seorang guru mengatakan sekolah memberi toleransi bagi murid yang tidak masuk karena ikut mencari anggota keluarga yang meninggal atau hilang saat Tsunami.
Akibat musibah ini, ujian semester di beberapa sekolah tidak dapat dilaksanakan seperti rencana awal, yaitu 27 Desember silam. Beberapa sekolah menengah bahkan baru melaksanakan ujian semester pada Senin kemarin. Sementara sekolah dasar baru melaksanakan ujian hari ini.
Bantuan yang tersendat akibat kendala transportasi membuat warga Meulaboh kekurangan pangan. Tapi, mereka tidak tinggal diam dan pasrah meratapi nasib. Mereka tetap berjuang dan bertahan hidup. Antara lain berupaya menemukan pakaian-pakaian atau setidaknya helai-helai kain entah milik siapa yang hanyut yang bisa digunakan untuk menutup badan.
Agar layak dipakai, kain dicuci terlebih dahulu di air yang juga diragukan kebersihannya meski tanpa detergen, apalagi pengharum pakaian. Kondisi ini patut menjadi perhatian khusus dari pemerintah untuk segera memberikan pakaian layak pakai kepada mereka.
Ironisnya, lebih dari 134 ton bantuan untuk Aceh di Bandar Udara Halim Perdanakusuma belum terangkut. Padahal setiap harinya, ada empat pesawat Hercules yang siap membawa bantuan tersebut. Beberapa alasan yang menjadi penyebab adalah ketidaksiapan Bandara Sultan Iskandar Muda untuk memfasilitasi banyaknya penerbangan pembawa bantuan dari dalam maupun luar negeri.
Selain itu, pemerintah memprioritaskan pengiriman bantuan berupa makanan cepat saji dan obat-obatan. Akibat penumpukan bantuan ini, ada kekhawatiran bahwa barang, terutama bahan makanan akan rusak bila tidak segera didistribusikan.
Masalah yang sama dapat dilihat di Dewan Pimpinan Pusat Partai Keadilan Sejahtera di kawasan Mampang, Jakarta Selatan. Banyak bantuan yang tidak segera terkirimkan. Oleh sebab itu, panitia penerima sumbangan terpaksa menolak bantuan yang berupa bahan makanan. Panitia hanya menerima bantuan obat-obatan dan uang.
Tsunami meninggalkan kenangan tersendiri bagi Bambang Maulidin. Karateka peraih medali emas SEA Games 22 di Vietnam ini berhasil lolos dari maut. Ia selamat setelah meninggalkan rumah pascagempa pertama untuk melihat kondisi Kota Banda Aceh. Namun, tak berapa jauh dari rumah, ia menyaksikan gelombang besar bergulungan mengempaskan rumah dan orang-orang di sekitarnya.
Bambang sempat kembali ke rumah untuk mencari keluarganya. Namun, ia tak menemukan apa-apa lagi selain puing dan onggokan reruntuhan bangunan. Sejak itu, Bambang tak lagi dapat bertemu ayah, ibu, dan dua adiknya.
Namun, Tuhan masih bermurah hati. Upaya Bambang mencari keluarganya membuahkan hasil. Setelah tiga hari, sulung dari lima bersaudara ini menemukan dua adik laki-lakinya. Kini, dia dan kedua adiknya berada di kediaman Sekretaris Jenderal Federasi Olahraga Karate-Do Indonesia Hendarji di kawasan Cipayung, Jakarta Timur.
Bagi bambang, yang berlalu memang meninggalkan kepedihan. Namun, hidup sesunguhnya maju ke depan. Untuk sementara, Bambang akan menjalani tahap rehabilitasi fisik dan psikologis pasca-Tsunami. Setelah itu, ia akan menjalani pemulihan fisik sebelum masuk Pemusatan Latihan Nasional SEA Games mendatang.
Sri Suhartati, istri seorang dokter yang bertugas di Rumah Sakit Meuraxa, Banda Aceh, juga selamat dari ganasnya gelombang Tsunami. Sri yang sempat terapung dengan sebuah batang pohon diselamatkan Kapal Republik Indonesia Karimata pimpinan Mayor Laut Firman Nugraha yang mengevakuasi korban beberapa jam setelah bencana.(AWD/Tim Liputan 6 SCTV)