Ribuan Pengungsi Aceh Terus Memasuki Medan

Hampir sepekan setelah gempa bumi dan Tsunami, para pengungsi dari Aceh terus berdatangan ke Medan, Sumatra Utara. Para pengungsi ditampung di Asrama Transito, Gedung Gotong Royong, dan Gedung Dinas Sosial.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Januari 2005, 06:00 WIB
Liputan6.com, Medan: Arus pengungsi Nanggroe Aceh Darussalam terus mengalir ke Kota Medan, Sumatra Utara, Sabtu (1/1). Hingga siang tadi, sudah sekitar 6.000 ribu pengungsi memasuki Kota Medan.
Arus pengungsi dari Aceh mulai terjadi sehari setelah bencana Tsunami, Ahad silam. Mereka dari Aceh diangkut dengan pesawat Hercules. Sebagian lainnya datang ke Medan menggunakan jalan darat. Para pengungsi di antaranya ditampung di Asrama Transito Belawan dan Gedung Gotong Royong di Jalan Metal Lima Tanjungmulia, dan Gedung Dinas Sosial di Jalan Pancing.

Para pengungsi yang datang ke Medan umumnya dalam kondisi memprihatinkan. Selain tidak memiliki harta benda, sebagian dari mereka dalam kondisi terluka. Untuk menangani para pengungsi, Pemerintah Daerah Sumut menyiapkan sembilan rumah sakit. Misalnya saja di Rumah Sakit Adam Malik dan Pirngadi tengah dirawat 39 korban Tsunami asal Aceh.

Seorang korban Tsunami juga ada yang dirawat di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Korban itu bernama Teuku Iqbal Hasry. Iqbal saat Tsunami menerjang tengah berada di rumah kakaknya di Perumahan Pola Yasa, Banda Aceh. Iqbal yang kini masih trauma menderita luka tulang belikat dan luka lain di sekujur tubuh.

Iqbal dibawa adiknya, Cut Putri, ke Jakarta berkat bantuan seorang donatur. Sementara Cut Putri mengaku pasrah tehadap nasib kakak dan dua keponakannya yang hilang dalam bencana. Berdasarkan tayangan udara di televisi, rumah kakanya telah porak-poranda. Dalam musibah itu hanya Iqbal dan satu keponakannya yang selamat.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya