Liputan6.com, Thailand: Bencana Tsunami yang melanda sejumlah negara di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan, Ahad silam, ternyata direkam sejumlah warga. Baru-baru ini, sejumlah rekaman video amatir yang mengabadikan Tsunami di wilayah Thailand, Srilanka, Kenya, diperlihatkan.
Di Pantai Krabi, Thailand, misalnya. Seorang wisatawan asing asal Jerman berhasil merekam kejadian alam itu. Helmut Sazenger berhasil merekam saat tengah bersantai di tepi pantai. Dalam rekamannya, ombak besar yang datang tiba-tiba menghantam segala benda yang berada di tepi pantai. Sejumlah orang yang tengah bersantai juga dibuat lari kocar-kacir. Bahkan, Sazenger sendiri sempat terseret arus ombak saat mengambil gambar.
Seorang wisatawan asal Inggris juga mengabadikan gelombang Tsunami di hotel tempatnya tinggal di Selatan Srilanka. Turis yang tak diketahui namanya ini berhasil merekam setelah membatalkan niatnya menyelam di pantai. Dalam rekaman tersebut, gelombang air laut mengempaskan semua benda yang berada di hotel.
Di Pantai Malindi, Kenya, sebuah rekaman video amatir memperlihatkan gelombang air laut mengombang-ambingkan sejumlah kapal nelayan yang tengah bersauh di pinggir pantai. Kapal-kapal tersebut tak keruan arahnya hingga akhirnya terbalik dan terseret ke daratan. Belum ada korban dalam peritiwa yang terjadi di wilayah yang berjarak lebih 4.500 kilometer dari pusat gempa di di Samudera Hindia.
Di sisi lain, pencarian para korban gempa dan Tsunami di beberapa negara di Asia berlanjut. Sejumlah jenazah baru ditemukan hingga total jumlah korban terus meningkat. Di Khao Lak, Thailand, ditemukan sedikitnya 770 jenazah, baik warga setempat maupun asing, di sekitar pantai. Sebuah kapal patroli polisi setinggi 30 meter juga ditemukan sejauh satu kilometer dari pantai dengan empat jenazah di dalamnya. Penemuan ini menambah total korban tewas di Thailand menjadi lebih dari 2.000 jiwa.
Masih di Thailand, ratusan turis telantar di Bandar Udara Phuket. Sebanyak 15 penerbangan domestik dengan tujuan Bangkok dijadwalkan mengangkut para penumpang. Sembilan penerbangan internasional juga dijadwalkan berangkat. Situs internet setempat, www.phuketcity.com, memberitakan seorang warga Indonesia menjadi korban cedera. Dia bernama Aliss Nurarif.
Di Srilanka, sebuah media setempat melaporkan ditemukannya sebuah kereta api yang hilang saat Tsunami melanda. Kereta dalam perjalanan dari Kolombo menuju ke Kota Matara, Selatan Srilanka, ini terempas hingga beberapa ratus meter. Pihak Angkatan Laut Srilanka tengah mengeluarkan jenazah sekitar 1.500 penumpang yang menjadi korban.
Penemuan jenazah baru korban Tsunami juga terjadi di Penang, Malaysia. Penemuan jenazah yang mengambang di pantai Barat Laut Malaysia ini menambah jumlah korban Tsunami di sana dari 65 orang menjadi 100 orang. Pemerintah setempat sejauh ini telah mengevakuasi sekitar 7.000 orang dari kawasan pinggir pantai. Pemerintah Negeri Jiran juga merencanakan sistem peringatan dini Tsunami serta memonitor lokasi evakuasi warga agar terhindar dari sejumlah penyakit, di antaranya kolera, diare, dan typhus.(ORS/Yes)
Di Pantai Krabi, Thailand, misalnya. Seorang wisatawan asing asal Jerman berhasil merekam kejadian alam itu. Helmut Sazenger berhasil merekam saat tengah bersantai di tepi pantai. Dalam rekamannya, ombak besar yang datang tiba-tiba menghantam segala benda yang berada di tepi pantai. Sejumlah orang yang tengah bersantai juga dibuat lari kocar-kacir. Bahkan, Sazenger sendiri sempat terseret arus ombak saat mengambil gambar.
Seorang wisatawan asal Inggris juga mengabadikan gelombang Tsunami di hotel tempatnya tinggal di Selatan Srilanka. Turis yang tak diketahui namanya ini berhasil merekam setelah membatalkan niatnya menyelam di pantai. Dalam rekaman tersebut, gelombang air laut mengempaskan semua benda yang berada di hotel.
Di Pantai Malindi, Kenya, sebuah rekaman video amatir memperlihatkan gelombang air laut mengombang-ambingkan sejumlah kapal nelayan yang tengah bersauh di pinggir pantai. Kapal-kapal tersebut tak keruan arahnya hingga akhirnya terbalik dan terseret ke daratan. Belum ada korban dalam peritiwa yang terjadi di wilayah yang berjarak lebih 4.500 kilometer dari pusat gempa di di Samudera Hindia.
Di sisi lain, pencarian para korban gempa dan Tsunami di beberapa negara di Asia berlanjut. Sejumlah jenazah baru ditemukan hingga total jumlah korban terus meningkat. Di Khao Lak, Thailand, ditemukan sedikitnya 770 jenazah, baik warga setempat maupun asing, di sekitar pantai. Sebuah kapal patroli polisi setinggi 30 meter juga ditemukan sejauh satu kilometer dari pantai dengan empat jenazah di dalamnya. Penemuan ini menambah total korban tewas di Thailand menjadi lebih dari 2.000 jiwa.
Masih di Thailand, ratusan turis telantar di Bandar Udara Phuket. Sebanyak 15 penerbangan domestik dengan tujuan Bangkok dijadwalkan mengangkut para penumpang. Sembilan penerbangan internasional juga dijadwalkan berangkat. Situs internet setempat, www.phuketcity.com, memberitakan seorang warga Indonesia menjadi korban cedera. Dia bernama Aliss Nurarif.
Di Srilanka, sebuah media setempat melaporkan ditemukannya sebuah kereta api yang hilang saat Tsunami melanda. Kereta dalam perjalanan dari Kolombo menuju ke Kota Matara, Selatan Srilanka, ini terempas hingga beberapa ratus meter. Pihak Angkatan Laut Srilanka tengah mengeluarkan jenazah sekitar 1.500 penumpang yang menjadi korban.
Penemuan jenazah baru korban Tsunami juga terjadi di Penang, Malaysia. Penemuan jenazah yang mengambang di pantai Barat Laut Malaysia ini menambah jumlah korban Tsunami di sana dari 65 orang menjadi 100 orang. Pemerintah setempat sejauh ini telah mengevakuasi sekitar 7.000 orang dari kawasan pinggir pantai. Pemerintah Negeri Jiran juga merencanakan sistem peringatan dini Tsunami serta memonitor lokasi evakuasi warga agar terhindar dari sejumlah penyakit, di antaranya kolera, diare, dan typhus.(ORS/Yes)