Harga Bahan Pokok di Semarang Melonjak

Sejumlah bahan sembilan bahan pokok di Semarang dan Banjarmasin sudah mulai naik. Kenaikan harga ini kebanyakan terjadi di beberapa pasar tradisional. Ini dipicu karena akan naiknya BBM pada awal Januari nanti.

oleh Liputan6Diterbitkan 13 Desember 2004, 09:05 WIB
Liputan6.com, Semarang: Meski kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) masih dalam pembahasan, namun harga kebutuhan pokok di beberapa daerah di Tanah Air mulai melonjak. Di Semarang, Jawa Tengah, baru-baru ini, misalnya. Kenaikan harga ini terjadi di sejumlah pasar tradisional seperti Pasar Johar, Peterongan, dan Karangayu.

Di ketiga pasar itu, harga gula pasir yang pada Lebaran silam Rp 4.300 per kilogram, kini naik menjadi Rp 5.100 per kg. Kenaikan juga dialami telur ayam yang biasa dijual Rp 8.000 tiap kilo naik sebesar Rp 700. Sedangkan harga bawang dan cabe merah naik antara Rp 300 hingga Rp 500 per kg.

Melambungnya harga sembilan bahan pokok juga terjadi di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, dalam sepekan terakhir ini. Kenaikan harga ini diduga karena sejumlah kapal barang dari Pulau Jawa mengalami kesulitan yang akhirnya urung bersadar karena besarnya ombak di laut.

Di sejumlah pasar tradisional di Banjarmasin harga gula pasir bisa mencapai Rp 5.600 per kg dari harga sebelumnya Rp 4.200 per kg. Tepung terigu naik Rp 300 menjadi Rp 3.800 per kg. Sementara untuk minyak goreng kemasan naik menjadi Rp 7.500 per liter. Kenaikan harga juga terjadi pada sayur mayur, rempah-rempah, dan bumbu dapur.

Selain di daerah, kenaikan harga bahan makanan juga terjadi di Ibu Kota Jakarta. Harga sejumlah bahan makanan di beberapa pasar tradisional di Pasar Tebet, Jakarta Selatan, mulai naik sejak sepekan terakhir. Padahal, usai Lebaran silam sempat turun [baca: Harga Bahan Makanan Mulai Naik].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya