Empat Gempa Susulan Mengguncang Nabire

Gempa pertama berlangsung sekitar pukul 08.00 WIT, sedangkan goncangan terakhir terjadi kira-kira pukul 16.00 waktu setempat. Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah urung menyerahkan bantuan bahan makanan.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Desember 2004, 20:08 WIB
Liputan6.com, Nabire: Gempa masih melanda Nabire, Papua. Sepanjang, Kamis (2/12) pagi sampai siang, paling tidak terjadi empat kali gempa susulan di sana. Buntutnya rencana penyerahan bantuan yang akan diberikan langsung Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah jadi berantakan. Sedianya Bachtiar akan membagikan bantuan bahan makanan senilai Rp 500 juta.

Goncangan pertama terjadi sekitar pukul 08.00 waktu setempat. Sedangkan gempa terakhir berlangsung kira-kira pukul 14.00 WIT. Getaran gempa paling akhir cukup kuat, apalagi di sekitar Bandar Udara Nabire. Gempa berkekuatan lima skala Richter dengan posisi sekitar 17 kilometer Barat Daya Nabire.

Kepala Bidang Gempa Bumi Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Pusat Suharjono memperkirakan, gempa susulan akan berlangsung selama 20 hari, terhitung sejak 26 November 2004. Namun pada umumnya tak sehebat yang pertama. Kekuatan gempa rata-rata di bawah lima skala Richter.

Menurut catatan BMG Pusat, sampai kini, paling tidak sudah terjadi 59 gempa susulan. Tapi, Suharjono meminta, warga tak perlu khawatir karena lambat laun situasi kembali normal. Yang penting untuk saat ini warga jangan dulu tinggal di dalam rumah.

Di saat bersamaan, di luar pagar Bandara Nabire, sejumlah warga korban gempa berunjuk rasa minta bertemu Bachtiar. Mereka hendak menanyakan bantuan yang sampai saat ini belum diterima. Tapi, keinginan warga ditolak aparat keamanan. Akibatnya sebagian demonstran memaksa masuk bandara sehingga memancing keributan. Meski begitu, tak satu orang pun berhasil menemui Bachtiar. Bahkan, seorang pengunjuk rasa dibawa aparat keamanan.

Selain bahan makanan, persediaan obat-obatan untuk korban gempa amat terbatas. Menurut tim medis di lokasi pengungsian Nabire, obat-obatan yang datang kebanyakan obat luka. Padahal tim medis kekurangan obat-obatan jenis antibiotik [baca: Nabire Masih Kekurangan Obat].(ICH/Ruba`i Kadir)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya