PM Thailand Menyalahkan Kaum Muslim Narathiwat

Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra menyatakan, aparat keamanan sudah bertindak sesuai aturan saat menangani bentrokan di Narathiwat. Malaysia menyesalkan bentrokan berdarah di Narathiwat.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Oktober 2004, 06:17 WIB
Liputan6.com, Pattani: Perdana Menteri Thailand Thaksin Shinawatra menyatakan, aparat keamanan sudah bertindak sesuai aturan untuk menangani situasi saat bentrokan berdarah dengan demonstran di Narathiwat, Thailand, Senin pekan ini. Meski mengakui adanya kesalahpahaman, Thaksin menyalahkan kelompok muslim yang tidak mau mendengar penjelasan pemimpinnya. Demikian dinyatakan Thaksin di Pattani, Rabu (27/10).

Sejumlah harian di Bangkok menuliskan tragedi di Narathiwat sebagai penghinaan Thaksin terhadap hak asasi manusia. Kematian puluhan warga itu dituding sebagai hasil pendekatan tangan besi Thaksin terhadap wilayah berpenduduk mayoritas muslim [baca: Pemuda Muslim-Polisi Thailand Bentrok, Enam Tewas].

Sementara ratusan warga muslim di Pattani masih mencari informasi mengenai nasib kerabat mereka. Mereka memeriksa daftar korban tewas maupun luka-luka yang dipampang di luar sebuah barak militer. Dari 84 korban tewas, enam di antaranya mati ditembak tentara dan polisi Thailand saat berdemontrasi menuntut pembebasan beberapa rekan mereka yang ditahan. Sisanya tewas dalam tahanan tentara saat diangkut dengan truk dari lokasi demonstrasi ke barak militer sejauh 100 kilometer. Diduga kuat mereka tewas karena sesak napas dan kelelahan karena sedang berpuasa.

Sebagai negara tetangga yang berbatasan langsung, Malaysia sangat menyesalkan tragedi itu. Presiden Gerakan Internasional untuk Keadilan Dunia di Malaysia, Muzaffar mengatakan, pendekatan militer tidak akan memecahkan masalah di Selatan Thailand. Justru cara-cara kekerasan akan memperburuk keadaan. Malaysia juga mendesak pemerintah Thailand mengusut tuntas kasus ini.(ZAQ/Dew)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya