Iran Meningkatkan Daya Jelajah Misil Shahab-3

Setelah dimodifikasi, daya jelajah misil Shahab-3 mencapai 2.000 kilometer dan mampu menjangkau sebagian wilayah Eropa. Hashemi Rafsanjani mengatakan, dengan misil ini, AS bakal takut menyerang Iran.

oleh Liputan6Diterbitkan 07 Oktober 2004, 08:30 WIB
Liputan6.com, Teheran: Pemerintah Iran mengumumkan telah berhasil memodifikasi peluru kendali (rudal) Shahab-3. Kini, misil Shahab-3 mempunyai daya jelajah hingga 2.000 kilometer. Pakar militer Iran mengklaim, rudal modifikasi ini mampu menjangkau sebagian wilayah Eropa.

Mantan Presiden Iran, Hashemi Rafsanjani, kepada Reuters, Rabu (6/10), mengatakan Iran bertekad meningkatkan kemampuan militernya. Dia menambahkan, dengan misil modifikasi yang dituntaskan pada Agustus silam, Amerika Serikat tidak akan berani membuat kesalahan atau menyerang Iran.

Washington menuding Teheran secara diam-diam telah mengembangkan senjata nuklir. Namun, pemerintah Iran menepis tuduhan itu dan menegaskan bahwa program nuklir hanya untuk keperluan pembangkit listrik. Karena itu, Iran juga tidak mengizinkan Badan Energi Atom Internasional memeriksa senjata nulir mereka. Meski, akibatnya, negara tetangga Irak ini bakal diseret ke sidang Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa [baca: IAEA Tetap Ditolak Memeriksa Program Nuklir Iran].

Beberapa bulan terakhir, sejumlah pejabat Iran mengatakan militernya memiliki kemampuan untuk menyerang balik setiap agresor. Tapi, rudal itu hanya akan digunakan untuk menangkis kemungkinan serangan Israel ataupun AS terhadap fasilitas nuklirnya.(TNA/Uri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya