Liputan6.com, Xigate: Para ulama pemimpin aliran Lama menggelar ujian Sutra Buddha terhadap seorang anak laki-laki berusia 15 tahun bernama Gyaltsen Norbu. Remaja ini diyakini sebagai penjelmaan kembali Panchen Lama. Ujian dilangsungkan di Kuil Budhha Zhaki Lhunbo di kawasan Xigate, Tibet, Ahad (26/9). Proses pengujian ini disiarkan langsung stasiun televisi Cina.
Panchen Lama adalah tokoh kedua paling berpengaruh setelah Dalai Lama bagi pengikut Buddha dari Gelugpa, sekte terbesar di Tibet. Kedudukan sebagai Panchen Lama menjadi pertikaian antara pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, dengan pemerintah komunis Cina karena masing-masing memiliki kandidatnya sendiri. Dalai Lama sendiri mengasingkan diri ke Dharmsala, India, setelah gagal memberontak terhadap pemerintah Cina pada 1959. Sementara Beijing menetapkan Gyaltsen Norbu sebagai Panchen Lama ke-11 sejak 1995 [baca: Panchen Lama Menghadiri Festival Tari Penyihir].
Para pengamat menilai, Norbu tengah disiapkan sebagai simbol kekuasaan Beijing untuk mengendalikan Tibet. Pada 1962, Panchen Lama ke-10 secara terbuka melayangkan kritik pedas terhadap kebijakan politik Cina di Tibet. Kemudian ia dijebloskan ke penjara sebelum tewas secara misterius di Tibet pada 1988. Norbu kini selalu dalam pengawalan ketat saat muncul di depan publik. Ia juga jarang dipublikasikan oleh media setempat.(DEN/Yoh)
Panchen Lama adalah tokoh kedua paling berpengaruh setelah Dalai Lama bagi pengikut Buddha dari Gelugpa, sekte terbesar di Tibet. Kedudukan sebagai Panchen Lama menjadi pertikaian antara pemimpin spiritual Tibet, Dalai Lama, dengan pemerintah komunis Cina karena masing-masing memiliki kandidatnya sendiri. Dalai Lama sendiri mengasingkan diri ke Dharmsala, India, setelah gagal memberontak terhadap pemerintah Cina pada 1959. Sementara Beijing menetapkan Gyaltsen Norbu sebagai Panchen Lama ke-11 sejak 1995 [baca: Panchen Lama Menghadiri Festival Tari Penyihir].
Para pengamat menilai, Norbu tengah disiapkan sebagai simbol kekuasaan Beijing untuk mengendalikan Tibet. Pada 1962, Panchen Lama ke-10 secara terbuka melayangkan kritik pedas terhadap kebijakan politik Cina di Tibet. Kemudian ia dijebloskan ke penjara sebelum tewas secara misterius di Tibet pada 1988. Norbu kini selalu dalam pengawalan ketat saat muncul di depan publik. Ia juga jarang dipublikasikan oleh media setempat.(DEN/Yoh)