Peringatan Kemerdekaan di Gunung Semeru

Kendati aktivitas Gunung Semeru, Lumajang, Jawa Timur, meningkat, para pendaki tetap merayakan Kemerdekaan Indonesia di kawasan gunung setinggi 3.676 meter ini. Mereka dilarang sampai ke puncak Mahameru.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Agustus 2004, 02:55 WIB
Liputan6.com, Lumajang: Para pendaki, seperti tahun-tahun sebelumnya merayakan ulang tahun Kemerdekaan Indonesia di Gunung Mahameru atau Semeru, Lumajang, Jawa Timur, Selasa (17/8). Namun, dalam peringatan kali ini, para pendaki dilarang merayakan di puncak Mahameru melainkan hanya sampai di Kalimati dan Ranupane, dua kawasan yang dinilai aman.

Pihak Balai Taman Nasional Bromo-Tengger melarang para pendaki ke puncak Mahameru lantaran aktivis gunung setinggi 3.676 meter dari permukaan laut ini terus meningkat [baca: Pendakian ke Gunung Semeru Ditutup]. Para pendaki mematuhi larangan tersebut. Perayaan yang sebelumnya diawali upacara sesaji dan dipimpin dukun adat setempat berjalan khidmat. Setelah upacara, para pendaki bersama masyarakat setempat makan bersama sambil dihibur kesenian tradisional setempat.

Sementara itu, warga Betawi di Slipi, Jakarta Barat, memeriahkan malam Kemerdekaan RI dengan menggelar kesenian khas Lenong Betawi. Mereka mendatangkan kelompok Lenong Sokban dari Tangerang, Banten. Warga dihibur lima penyanyi yang membawakan lagu-lagu gambang kromong karya almarhum Benyamin Suaeb.

Kelompok Lenong Sokban juga menampilkan sandiwara khas Betawi yang ceritanya menggambarkan perjuangan para jawara tempo dulu. Para pemainnya sehari-hari adalah masyarakat pekerja kelas akar rumput. Mereka berdandan seperlunya di belakang panggung beberapa saat sebelum tampil. Masyarakat cukup terhibur dengan pertunjukan yang berlangsung sampai subuh.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya