Liputan6.com, Pontianak: Tim Search and Rescue dari Satuan Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Kalimantan Barat masih terus melakukan pencarian terhadap seorang anak buah kapal (ABK) yang tenggelam diterjang angin kencang dan badai di perairan Muara Jungkat, beberapa waktu silam. ABK yang belum ditemukan itu adalah Jarimin Pardi.
Sebelum tenggelam, Kapal Motor Maju Jaya sempat bertabrakan dengan kapal ponton yang sedang ditarik kapal tunda Boi Lima dan Boi Enam. Tabrakan tersebut tak dapat dihindari karena angin bertiup kencang dengan gelombang setinggi tiga meter.
Satpol Airud Polda Kalbar yang mendapat informasi tersebut langsung mengerahkan 22 orang anggota tim SAR yang didukung satu kapal patroli dan dua speed boat untuk mencari korban. Besar dugaan korban telah meninggal karena tertelan badai dan hanyut terbawa arus laut.(ICH/Amin Al Kadrie)
Sebelum tenggelam, Kapal Motor Maju Jaya sempat bertabrakan dengan kapal ponton yang sedang ditarik kapal tunda Boi Lima dan Boi Enam. Tabrakan tersebut tak dapat dihindari karena angin bertiup kencang dengan gelombang setinggi tiga meter.
Satpol Airud Polda Kalbar yang mendapat informasi tersebut langsung mengerahkan 22 orang anggota tim SAR yang didukung satu kapal patroli dan dua speed boat untuk mencari korban. Besar dugaan korban telah meninggal karena tertelan badai dan hanyut terbawa arus laut.(ICH/Amin Al Kadrie)