Polisi Gerebek Kampung Narkoba di Lampung, Bandar Lolos karena Informasi Bocor

Para bandar yang diburu tidak ditemukan di lokasi saat ratusan petugas kepolisian bersenjata lengkap melakukan penggerebekan.

oleh Ardi MuntheDiterbitkan 08 November 2026, 13:45 WIB
Operasi besar-besaran pemberantasan narkoba yang digelar Polda Lampung. (Liputan6.com/ Dok Istimewa)

Liputan6.com, Lampung - Operasi besar-besaran pemberantasan narkoba yang digelar Polda Lampung di tiga desa di Kabupaten Pesawaran belum membuahkan hasil maksimal. Meski mengerahkan 401 personel gabungan, polisi gagal menangkap bandar narkoba yang menjadi sasaran operasi.

Bahkan, muncul dugaan informasi operasi telah bocor sehingga para bandar yang diburu tidak ditemukan di lokasi saat petugas melakukan penggerebekan.

Operasi Sarang Narkoba tersebut berlangsung di Desa Kejadian, Desa Gunung Sugih Baru, dan Desa Negara Ratu Wates, Kecamatan Tegineneng, Kabupaten Pesawaran, Sabtu (7/11/2026), mulai pukul 07.00 hingga 11.00 WIB.

Ratusan personel gabungan dari Polda Lampung, Polres Pesawaran, Polresta Bandar Lampung, Satbrimob, serta Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung diterjunkan untuk menyisir sejumlah rumah dan lokasi yang diduga menjadi tempat penyimpanan maupun aktivitas penyalahgunaan narkotika.

Direktur Reserse Narkoba Polda Lampung, Kombes Pol Dodi Suryadin mengatakan, petugas menemukan sejumlah barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas penyalahgunaan narkoba.

"Barang bukti yang ditemukan berupa bong, kemudian ada senjata tajam, timbangan digital, dan beberapa handphone," kata Dodi, Minggu (8/11/2026).

 

401 Personel Dikerahkan, 6 Orang Diperiksa

Barang bukti narkoba yang disita aparat kepolisian. (Liputan6.com/ Dok Istimewa)

Berdasarkan operasi, sebanyak 401 personel diterjunkan dalam penggerebekan tersebut. Kekuatan terbesar berasal dari Direktorat Reserse Narkoba sebanyak 100 personel dan Satbrimob sebanyak 94 personel.

Petugas juga mengamankan enam orang yang dianggap mencurigakan di sekitar lokasi penggerebekan. Mereka kemudian dibawa ke Mapolsek Natar untuk menjalani pemeriksaan dan tes urine.

Namun, hasil pemeriksaan menunjukkan keenam orang tersebut dinyatakan negatif narkoba.

Menariknya, keenam orang yang diamankan itu masih berusia 14 hingga 17 tahun dan berstatus pelajar.

Dalam penyisiran di sejumlah titik, polisi menemukan berbagai barang yang diduga berkaitan dengan penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Di antaranya alat hisap sabu atau bong, kaca pirek, plastik klip, timbangan digital, pipet, serta sejumlah telepon genggam.

Petugas juga menemukan plastik klip berisi kristal putih yang diduga narkotika jenis sabu di lokasi kandang ayam dan sebuah gubuk.

Selain itu, sejumlah senjata tajam seperti pedang, golok, badik, dan celurit turut diamankan. Polisi juga menemukan korek menyerupai senjata api, selongsong peluru kaliber 5,56 milimeter, borgol, serta buku catatan.

Temuan lainnya berupa sejumlah jam tangan, laptop, dompet, powerbank, hingga beberapa pil yang turut diamankan dari lokasi penggerebekan.

Meski menemukan banyak barang yang diduga berkaitan dengan aktivitas narkoba, operasi tersebut belum berhasil mengamankan bandar yang menjadi sasaran.

 

Bandar Masih Diburu

Pistol dan sejumlah ponsel ikut disita dalam penggerebekan besar-besaran di kampung narkoba Lampung. (Liputan6.com/ Dok Ist)

Dodi menegaskan, pihaknya tidak akan berhenti melakukan pengejaran terhadap bandar narkoba yang tidak ditemukan saat operasi berlangsung.

"Bandar-bandar yang memang sekarang ini kami lakukan operasi sarang narkoba, kalau tidak ada di tempat, ya pasti kami akan kejar. Kami tidak akan segan-segan menindak bandar-bandar tersebut," ungkapnya.

Dia juga meminta masyarakat berani memberikan informasi apabila mengetahui adanya aktivitas peredaran narkoba di lingkungan masing-masing.

"Kami mohon kepada seluruh masyarakat, khususnya di wilayah Polda Lampung, supaya dapat menginformasikan kepada kami bilamana masih ada peredaran narkoba di wilayahnya masing-masing. Kami akan melakukan penindakan," ujarnya.

Menurut Dodi, pemberantasan narkoba menjadi perhatian serius karena dampaknya dapat merusak generasi muda.

"Saya mengharapkan seluruh peredaran yang ada di wilayah Polda Lampung ini akan berhenti. Karena memang merusak generasi muda kita," pungkasnya.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya