Nenek Diduga Curi Barang di Pasar Saptu, Nyaris Jadi Sasaran Amuk Massa

Pada saat kejadian, korban yakni pedagang mendapati nenek mencuri barang dagangannya.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 08 November 2026, 13:03 WIB
Seorang nenek yang diamankan usai mencuri barang di pasar Saptu, Cibungbunglang, Kabupaten Bogor. (Istimewa)

Liputan6.com, Jakarta - Sebuah video viral di media sosial memperlihatkan seorang nenek berinsial I kedapatan mencuri di Pasar Saptu, Cibungbulang, Kabupaten Bogor. Pada video tersebut terdapat sejumlah orang yang kesal atas perbuatan nenek, hingga dilakukan persekusi sebelum dilerai pengelola Pasar Saptu.

Salah satu pengelola Pasar Saptu, Rachmi Fidhara mengatakan, kejadian nenek mencuri di Pasar Saptu terjadi pada Sabtu (31/10/2026). Pada saat kejadian, korban yakni pedagang mendapati nenek mencuri barang dagangannya.

"Nenek tersebut sudah beberapa kali melakukan hal serupa di berbagai pasar, bukan hanya sekali atau dua kali. Bahkan kemungkinan terakhir kejadian serupa terjadi di pasar Saptu ini," ujar Rachmi saat dikonfirmasi Liputan6.com, Minggu (8/11/2026).

Rachmi menegaskan, pengelola Pasar Saptu tidak membenarkan atas tindakan yang dilakukan sejumlah orang, seperti yang terekam pada video yang beredar di media sosial. Pada saat kejadian pengelola Pasar Saptu langsung mengamankan nenek yang kedapatan mencuri, untuk menghindari kekesalan pedagang dan pengunjung pasar.

"Saat itu saya bersama aparat langsung mengamankan nenek tersebut di salah satu rumah aparat untuk menghindari amukan para pedagang yang emosinya sudah mulai memuncak," tegas Rachmi.

Pengelola Pasar Saptu sempat memberikan pakaian, hijab, makanan dan minuman, namun nenek tersebut menolak pemberian makanan. Selain itu, pegelola pasar Saptu sempat menanyakan identitas dan alasan nenek mencuri sembako dari lapak para pedagang pasar Saptu.

"Dari hasil mediasi, nenek tersebut memang mengakui telah mengambil beberapa kebutuhan pokok seperti yang terlihat dalam video," jelas Rachmi.

Rachmi mengungkapkan, nenek yang ditangkap para pedagang sempat ketahuan sedang mengambil sendal dagangan milik pedagang tanpa membayar. Hal itu lah yang memicu kemarahan pedagang dan sejumlah orang yang berada di pasar.

"Saya bersama aparat sempat berusaha mencari tahu alamat rumah atau nomor handphone keluarga nenek yang dapat dihubungi, karena beliau tidak membawa ponsel maupun identitas diri yang lengkap," ungkap Rachmi.

Pengelola pasar mendapati nenek membawa uang pecahan Rp 50 ribu dalam jumlah cukup banyak. Namun saat ditanya kembali terkait identitas dan alamat lengkapnya, nenek tersebut tetap berkelit dan tidak memberikan informasi yang jelas.

"Bahkan RT setempat berniat untuk mengantarkan beliau pulang ke rumah," tutur Rachmi.

Pengelola Pasar Saptu akhirnya mengarahkan nenek untuk pulang menggunakan angkutan umum. Pengelola Pasar Saptu memastikan keamanan nenek pulang saat akan menggunakan angkutan umum.

"Dimohon siapapun yang mengetahui alamat lengkap nenek tersebut, agar bisa menghubungi langsung ke anaknya untuk neneknya di jaga agar kejadian seperti itu tidak terulang kembali," ucap Rachmi.

Sementara, Kasi Humas Polres Bogor, Ipda Sigit Wahyudi belum mengetahui terkait persoalan nenek yang kedapatan mencuri di Pasar Saptu. Pihak kepolisian sedang melakukan penelurusan terkait video yang viral di media sosial.

"Coba saya cek dulu bener nggak Pamijahan, ini coba disusuri," singkat Sigit.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya