Liputan6.com, Jakarta - Gangguan sistem berskala besar melumpuhkan layanan mesin anjungan tunai mandiri (ATM) serta transaksi perbankan di 128 bank koperasi (Shinkin Bank) di Jepang pada Jumat (6/11/2026).
Insiden yang melanda wilayah barat dan tengah Jepang tersebut memicu gangguan transaksi selama beberapa jam sebelum akhirnya berhasil dipulihkan secara total.
Advertisement
Mengutip Nippon.com, Sabtu (7/11/2026), Shinkin Central Bank bersama Shinkin Kyodo Center—lembaga yang mengoperasikan jaringan sistem keuangan antarbank tersebut—langsung merilis pernyataan resmi dan menyampaikan permohonan maaf yang mendalam atas ketidaknyamanan yang dialami para nasabah.
Manajemen mengonfirmasi bahwa kelumpuhan jaringan ini murni disebabkan oleh kerusakan teknis pada perangkat keras (hardware malfunction) yang berpusat di fasilitas sistem mereka di Kota Kobe, Prefektur Hyogo, bukan akibat serangan siber (cyberattack).
Gangguan mulai terjadi sekitar pukul 13.30 waktu setempat. Dampaknya, para nasabah di 128 institusi keuangan termasuk Okazaki Shinkin Bank di Prefektur Aichi, Osaka City Shinkin Bank di Prefektur Osaka, serta Hiroshima Shinkin Bank di Prefektur Hiroshima, tidak dapat melakukan penarikan maupun penyetoran uang tunai melalui ATM.
Transaksi langsung di konter (over-the-counter) dan online banking juga sempat terhenti total.
Wilayah terdampak mencakup area Tokai, Hokuriku, hingga ke kawasan barat Jepang.
Pulih Total dalam Kurun Waktu 5 Jam
Tim teknis segera melakukan upaya penanganan darurat begitu masalah terdeteksi. Sebagian besar layanan penarikan dan penyetoran tunai mulai kembali beroperasi secara bertahap menjelang pukul 18.00 waktu setempat, meski fitur transfer antarbank masih sempat terkendala.
Menurut laporan Shinkin Central Bank, Shinkin Kyodo Center, dan Asosiasi Bank Shinkin Nasional, seluruh sistem perbankan termasuk layanan transfer antarbank dan transaksi online, resmi pulih sepenuhnya dan beroperasi normal kembali tak lama setelah pukul 19.00 waktu setempat.
Pengelola menegaskan komitmennya untuk melakukan evaluasi menyeluruh serta memperkuat keandalan infrastruktur jaringan demi mencegah terulangnya insiden serupa di masa mendatang.