Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melanjutkan koreksi pada perdagangan saham 2-6 November 2026. Di tengah koreksi IHSG sepekan, sejumlah saham catat penurunan terbesar atau top losers sepekan.
Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), Sabtu (7/11/2026), IHSG sepekan turun 0,13% menjadi 5.050,42 dari pekan lalu 5.057,05. Pada pekan ini, IHSG menyentuh level tertinggi 5.143,58 dan level terendah 4.824,36.
Advertisement
Selama sepekan ini, kinerja perdagangan saham juga lesu. Rata-rata volume perdagangan saham susut 3,5% menjadi 31,29 miliar saham dari pekan lalu 32,42 miliar saham.
Demikian juga rata-rata nilai transaksi harian saham selama sepekan tertekan. Rata-rata nilai transaksi harian saham merosot 23% menjadi Rp 11,04 triliun dari pekan lalu Rp 14,33 triliun. Total frekuensi perdagangan saham terpangkas 16,44% menjadi 1,29 juta kali transaksi dari pekan lalu 1,54 juta kali transaksi.
Investor asing juga masih melakukan aksi jual saham selama sepekan. Aksi jual saham oleh investor asing mencapai Rp 167,11 miliar. Nilai aksi jual saham oleh investor asing ini lebih kecil dari pekan lalu Rp 3,05 triliun.
Selama sepekan, mayoritas sektor saham tertekan. Sektor saham teknologi turun 6,46%, dan catat penurunan terbesar. Sektor saham energi tergelincir 5,01%, sektor saham bahan baku atau basic materials susut 1,95%, sektor saham industri terpangkas tergelincir 1,22%, sektor saham consumer siklikal susut 4,04%.
Lalu sektor saham perawatan kesehatan terpangkas 3,01%, sektor saham properti dan estate melemah 4,35%, sektor saham infrastruktur tergelincir 3,46%, dan sektor saham transportasi susut 5,35%.
Di antara 11 sektor saham,hanya sektor saham consumer nonksiklikal dan keuangan yang menguat. Dua sektor saham itu masing-masing bertambah 0,85% dan 1,33%.
Selama sepekan ini, saham PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) mencatat penurunan terbesar atau top losers. Saham BLUE turun 29,91% menjadi Rp 1.535 per saham dari pekan lalu Rp 2.190 per saham.
Disusul saham PT Pioneerindo Gourmet International Tbk (PTSP) yang terpangkas 29,76% menjadi Rp 1.770 per saham dari pekan lalu Rp 2.520 per saham. Lalu saham PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA). Saham MORA merosot 29,74% menjadi Rp 1.595 per saham dari pekan lalu Rp 2.270 per saham.
10 Saham Top Losers
Berikut 10 saham top losers sepekan berdasarkan data BEI:
1.PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE)
Saham BLUE merosot 29,91% menjadi Rp 1.535 per saham dari pekan lalu Rp 2.190 per saham.
2.PT Pioneerindo Gourment International Tbk (PTSP)
Saham PTSP merosot 29,76% menjadi Rp 1.770 per saham dari pekan lalu Rp 2.520 per saham.
3.PT Mora Telematika Indonesia Tbk (MORA)
Saham MORA merosot 29,74% menjadi Rp 1.595 per saham dari pekan lalu Rp 2.270 per saham.
4.PT Sinergi Multi Lestarindo Tbk (SMLE)
Saham SMLE merosot 29,49% menjadi Rp 165 per saham dari pekan lalu Rp 234 per saham.
5.PT Charlie Hospital Semarang Tbk (RSCH)
Saham RSCH merosot 29,36% menjadi Rp 308 per saham dari pekan lalu Rp 436 per saham.
Saham BSML-MMIX
6.PT Bintang Samudera Mandiri Lines Tbk (BSML)
Saham BSML merosot 29,02% menjadi Rp 318 per saham dari pekan lalu Rp 448 per saham.
7.PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA)
Saham WBSA merosot 28,03% menjadi Rp 344 per saham dari pekan lalu Rp 478 per saham.
9.PT Trans Power Marine Tbk (TPMA)
Saham TPMA merosot 27,78% menjadi Rp 260 per saham dari pekan lalu Rp 360 per saham.
10.PT Multi Medika Internasional Tbk (MMIX)
Saham MMIX merosot 27,04% menjadi Rp 580 per saham dari pekan lalu Rp 795 per saham.