Liputan6.com, Jakarta - Harga emas dunia melemah pada perdagangan Jumat setelah data ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) tercatat lebih kuat dari perkiraan. Data tersebut memperkuat ekspektasi bahwa bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed), akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Kondisi ini turut mendorong penguatan dolar AS dan imbal hasil obligasi pemerintah AS.
Advertisement
Harga emas di pasar spot turun 0,7 persen menjadi US$ 4.059,90 per ons. Bahkan, logam mulia tersebut sempat menyentuh level terendah US$ 4.033,29 per ons. Meski demikian, harga emas masih mencatat kenaikan 4,8 persen sepanjang pekan.
Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember turun 1 persen menjadi US$ 4.071,80 per ons.
Indeks dolar AS menguat 0,7 persen ke level tertinggi sejak 29 Oktober. Penguatan dolar membuat emas yang dihargai dalam mata uang tersebut menjadi lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.
Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun juga meningkat.
Ujian Bagi Emas
Analis logam Tai Wong mengatakan, penguatan data ketenagakerjaan AS memberikan tekanan terhadap harga emas.
"Harga emas langsung terkoreksi setelah laporan ketenagakerjaan yang sangat kuat di berbagai sektor, tetapi kini berusaha kembali menguat. Ini menjadi ujian bagi reli harga emas sepanjang pekan ini," kata Wong dikutip dari CNBC, Sabtu (7/11/2026).
Data menunjukkan jumlah tenaga kerja nonpertanian AS (nonfarm payrolls) pada Oktober meningkat lebih tinggi dari perkiraan. Tingkat pengangguran juga turun menjadi 4,1 persen.
Kondisi tersebut menunjukkan pasar tenaga kerja AS masih cukup kuat sehingga memberikan ruang bagi The Fed untuk lebih fokus mengendalikan inflasi.
Suku bunga tinggi meningkatkan biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil. Akibatnya, daya tarik emas bagi investor berkurang.
Di pasar logam lainnya, harga perak spot naik 0,2 persen menjadi US$ 51,88 per ons. Platinum menguat 1,2 persen menjadi US$ 1.534,59, sedangkan paladium turun 0,9 persen menjadi US$ 1.021 per ons. Ketiganya diperkirakan mencatat kenaikan sepanjang pekan.