Pakai Topeng dan Kacamata, Pendemo Pihak Ruben Onsu Dinilai Takut Identitasnya Terbongkar

Pihak Ruben Onsu buka suara soal pendemo yang datang di depan gedung Trans TV, Ini pernyataan kuasa hukum Ruben!

oleh Fikri Alfi RosyadiDiterbitkan 06 November 2026, 22:09 WIB
Ruben Onsu - © KapanLagi.com

Liputan6.com, Jakarta - Kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menduga aksi demo di depan gedung Trans TV ditunggangi pihak tertentu. Dugaan itu muncul dari penampilan para peserta aksi di depan publik.

Minola menilai peserta aksi sudah berusia lanjut untuk ukuran mahasiswa. Selain itu, mereka menutupi wajah dengan topeng, topi, dan kacamata.

"Selain itu, kita bisa melihat bahwa para peserta aksi tersebut adalah mahasiswa yang usianya sudah lanjut," ujar Minola Sebayang saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (6/11/2026).

"Mereka malu memperlihatkan wajahnya sehingga semuanya mengenakan topeng, topi, dan kacamata. Dari situ saja kita sudah tahu bahwa mereka adalah massa yang ditunggangi," sambungnya.


Curiga dengan Massa

Menurut Minola, orang yang menyuarakan aspirasi dengan jujur tidak perlu menyembunyikan identitas. Hal itu yang membuatnya curiga pada massa aksi.

"Seseorang yang menyuarakan aspirasi secara jujur pasti berani mempertanggungjawabkan perkataannya di muka publik tanpa menutup wajah. Hanya orang bayaran yang ditunggangi dan takut identitasnya terbongkar yang memilih menutupi wajahnya," katanya.


Soal Video Unggahan Ruben

Ruben Onsu (KapanLagi.com/Fikri Alfi Rosyadi)

Minola juga menyinggung unggahan Ruben di media sosial. Unggahan itu memuat video salah satu peserta aksi yang menjawab pertanyaan soal siapa yang menyuruhnya datang.

"Kemarin saya lihat di medsos, ada yang ditanya, 'Bang, siapa yang nyuruh?' Jawabannya malah, 'Enggak, gua cuma disuruh datang ke daerah Mampang pakai baju putih, cuma ikut-ikutan.' Berarti kan dia sendiri enggak tahu apa yang disuarakan. Ini jelas settingan," jelasnya.


Yakin Settingan

Ia menambahkan, seruan boikot terhadap Ruben sudah beredar di media sosial sebelum demo berlangsung. Tak lama setelah itu, aksi massa terjadi di lapangan.

"Apalagi sebelum demo di Trans TV terjadi, sudah beredar seruan di media sosial yang mengajak memboikot Ruben. Tidak lama setelah seruan itu, aksi massa benar-benar terjadi di lapangan. Fakta-fakta ini membuktikan bahwa aksi demo tersebut adalah aksi settingan," pungkasnya.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya