Liputan6.com, Jakarta - Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mampu kembali bangkit ke zona hijau pada penutupan perdagangan saham Jumat, (6/11/2026). Kenaikan IHSG hari ini terjadi di tengah nilai transaksi harian saham Rp 10,3 triliun dan posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.079.
Berdasarkan data RTI, mengawali sesi perdagangan melemah dengan dibuka turun 1,48% ke 4.955,8. Koreksi IHSG tersebut berlanjut hingga penutupan sesi pertama. IHSG ditutup merosot 1,97% ke 4.931,39.
Advertisement
IHSG berbalik arah menghijau pada sesi kedua perdagangan saham. IHSG akhirnya ditutup naik 0,40% ke 5.050,42. Indeks saham LQ45 menanjak 0,90% menjadi 518,27. Sebagian besar indeks saham acuan menghijau. Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), investor asing melakukan aksi beli saham Rp 328,20 miliar.
Analis PT MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana menuturkan, pergerakan IHSG sempat terpengaruh oleh pergerakan bursa global dan regional Asia yang bergerak melemah setelah aksi jual dari emiten-emiten teknologi berbasis artificial intelligence (AI) atau kecerdasan buatan. Ia menuturkan, terpilihnya Partai Demokrat saat pemilihan umum paruh waktu di Amerika Serikat (AS) meningkatkan kewaspadaan pasar akan potensi pengetatan pengawasan pada emiten digital dan berbasis AI.
“Di sisi lain, beberapa komoditas mencatatkan kontraksi, seperti emas, batubara, dan CPO. Namun demikian, seperti yang kami sampaikan pada report teknikal pagi ini, bahwa masih terdapat peluang penguatan dari IHSG dan pergerakan IHSG juga ditopang oleh emiten-emiten perbankan bigcaps serta beberapa blue chip yang menguat,” ujar Herditya saat dihubungi Liputan6.com.
Pada sesi kedua, IHSG berada di level tertinggi 5.050,42 dan terendah 4.925,10. Sebanyak 381 saham melemah sehingga membebani IHSG. 192 saham menguat dan 141 saham diam di tempat.
Sektor Saham
Total frekuensi perdagangan saham 1.102.785 kali dengan volume perdagangan saham 47,4 miliar saham. Nilai transaksi harian saham Rp 10,3 triliun. Posisi dolar Amerika Serikat terhadap rupiah di kisaran 18.079.
Mayoritas sektor saham tertekan kecuali sektor saham consumer nonsiklikal naik 0,83% dan sektor saham keuangan bertambah 1,52%.
Sementara itu, sektor saham teknologi merosot 3,16%, dan catat koreksi terbesar. Sektor saham energi turun 1,02%, sektor saham basic terpangkas 2,46%, sektor saham industri turun 0,69%.
Lalu sektor saham consumer siklikal terpangkas 0,44%, sektor saham kesehatan merosot 0,34%, sektor saham properti turun 0,42%. Kemudian sektor saham infrastruktur turun 1,17% dan sektor saham transportasi merosot 0,94%.