Menhut Ungkap Sulitnya Evakuasi Helikopter Jatuh saat Misi Padamkan Karhutla

Ada dua kondisi yang menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam melakukan pencarian korban dan evakuasi badan helikopter.

oleh Raynaldo Ghiffari LubabahDiterbitkan 06 November 2026, 10:52 WIB
Pangdam XXII/Tambun Bungai Mayjen TNI Zainul Arifin memimpin langsung upacara pelepasan digelar di Bandara Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Kamis (5/11/2026). (Liputan6.com/ Dok Ist Edy)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni mengungkapkan sejumlah kendala dalam proses evakuasi Helikopter Mi-17V5 yang mengalami kecelakaan saat menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Raja Juli mengatakan, kondisi air yang sangat keruh dan berlumpur membuat jarak pandang penyelam sangat terbatas.

Saat penyelaman sebelumnya, para penyelam bahkan tidak dapat melihat badan helikopter dan hanya mengandalkan perabaan untuk mengenali objek di dalam air.

“Jadi kendalanya ini yang harus disampaikan. Pertama memang visibility bagi para penyelam sangat terbatas, airnya sangat kotor, sangat keruh, berlumpur. Sehingga kemarin juga dicoba dimasuki (penyelam), sama sekali tidak bisa dilihat. Jadi hanya bisa meraba badan helikopter tersebut,” ujar Raja Juli dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).

Selain kondisi air, proses evakuasi juga terkendala ombak yang besar. Kedua kondisi tersebut menjadi tantangan bagi tim gabungan dalam melakukan pencarian korban maupun mengevakuasi badan helikopter.

Meski demikian, tim penyelam telah dibekali informasi mengenai kondisi dan struktur helikopter Mi-17V5 untuk membantu proses evakuasi.

Mereka juga telah mendapatkan penjelasan mengenai posisi pintu, pintu darurat, serta cara melepaskan sabuk pengaman di dalam helikopter.

“Namun tadi sudah disampaikan, kita sudah memiliki gambar dan video Heli Mi-17V5 ini. Jadi nanti para penyelam sudah diberikan pengetahuan yang cukup di mana pintu yang bisa dibuka, di mana pintu darurat yang bisa dibuka dan bagaimana cara melepaskan sabuk dan sebagainya,” kata Raja Juli.

Raja Juli meminta masyarakat mendoakan agar proses evakuasi berjalan maksimal. Dia menegaskan, upaya tersebut dilakukan bersama seluruh unsur terkait dan merupakan bagian dari perintah Presiden Prabowo Subianto untuk memaksimalkan proses evakuasi dan penyelamatan.

 

Tiga Kru Heli Gugur

Sebelumnya, tiga kru Helikopter Mi-17V5 gugur saat menjalankan misi pemadaman karhutla di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah.

Ketiga kru tersebut yakni Letkol CPN (Anum) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anum) Nurhafiz Akbar, dan Sertu (Anum) Heri Prasetyo.

Jenazah Letkol Dudi telah diberangkatkan ke Bandung, sedangkan jenazah Kapten Hafiz telah dibawa ke Semarang untuk diserahkan kepada keluarga.

Sementara itu, satu kru lainnya, yakni Sertu Heri Prasetyo, masih dalam pencarian. Tim gabungan terus melakukan upaya pencarian untuk menemukan korban sekaligus memastikan seluruh proses penanganan insiden berjalan dengan baik.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya