Baru Dibangun, Trotoar Rp 9,7 Miliar di Depok Longsor

Trotoar Taman Secawan dibangun dalam dua tahap, yakni tahun 2023 dan Februari 2025.

oleh Dicky Agung PrihantoDiterbitkan 06 November 2026, 08:51 WIB
Trotoar di Depok rusak

Liputan6.com, Jakarta - Kondisi trotoar Secawan yang berada di Jalan Raya Sawangan, Kota Depok kondisinya mengenaskan. Tepian jalan tersebut rusak akibat longsor. Pembangunan trotoar di kawasan Taman Secawan ini dilakukan dalam dua tahap, yakni pada tahun 2023 dan dilanjutkan pada Februari 2025. Nilai proyek pembangunan trotoar tersebut mencapai Rp 9,7 miliar.

Kini Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) akansegera melakukan perbaikan trotoar. Nantinya selama pekerjaan, Jalan Raya Sawangan akan dilakukan penutupan jalan untuk menghindari risiko kecelakaan.

"Akan ada rekayasa pengalihan arus lalu lintas selama pekerjaan berlangsung," ujar Kasi Pembangunan dan Rehabilitasi SDA DPUPR Kota Depok Bahtiar Ardiansyah, Jumat (6/11/2026).

Pada pelaksanaan perbaikan trotoar Secawan, DPUPR akan terlebih dahulu melakukan pembangunan dinding tanggul sungai sepanjang 96,6 meter. Nantinya pembangunan tanggul akan menggunakan material CCSP W-350 (sheet pile) dengan tinggi enam meter.

"Selanjutnya dilakukan pemasangan geotextile non-woven sebagai lapisan pelindung tanah urugan," jelas Bahtiar.

DPUPR Kota Depok akan melakukan pengerjaan pengurugan dan pemadatan tanah untuk pembentukan jalur pedestrian. Adapun pembangunan jalur pedestrian memiliki panjang 96,6 meter dengan lebar 1,25 meter.

"Setelah itu akan dilakukan pemasangan kembali railing eksisting," terang Bahtiar.

Setelah sejumlah tahapan dilaksanakan, DPUPR Kota Depok akan melakukan pengecoran kembali bagian jalan eksisting yang terdampak longsoran. Guna mempercepat pengerjaan dan menghindari resiko kerja, DPUPR Kota Depok telah berkoordinasi dengan Satlantas Polres Metro Depok dan Dishub Kota Depok, terkait pengalihan arus lalu lintas di Jalan Raya Sawangan.

"Penutupan atau pengalihan jalan diperlukan karena proses pemancangan sheet pile membutuhkan ruang kerja yang cukup dan melibatkan penggunaan alat berat berupa crawler crane," ucap Bahtiar.

Penutupan jalan dilakukan karena posisi alat berat dan area pemancangan akan menggunakan sebagian badan jalan. Apabila jalan tidak dilakukan penutupan, akan beresiko alat berat mengenai kendaraan yang melintas di sisi pengerjaan.

"Oleh karena itu, penutupan jalur diperlukan untuk memastikan area pekerjaan tetap steril dari kendaraan yang melintas, sehingga proses konstruksi dapat berjalan dengan aman dan meminimalkan risiko kecelakaan bagi pekerja maupun pengguna jalan," ungkap Bahtiar.

Rencananya penutupan Jalan Raya Sawangan akan dilaksanakan sejak 7 November hingga 20 November 2026. Nantinya kendaraan yang melitas dari Jalan Nusantara atau jembatan Sengon menuju Tanah Baru atau Sawangan, dapat menggunakan Jalan Raya Melati hingga Jalan Tanah Baru.

Adapun sebaliknya, pengguna jalan dari Jalan Raya Sawangan menuju Margonda, dapat menggunakan Jalan Raya Wadas melewati Jalan Raya Pitara atau Jalan Pramuka melintasi Jalan Raya Melati yang terhubung Jalan Raya Nusantara.

"Kami mohon maaf atas pengalihan jalan ini dan kami mengimbau masyarakat dan pengguna jalan, untuk memperhatikan pengaturan lalu lintas selama pekerjaan berlangsung, serta menggunakan jalur alternatif yang telah disiapkan," tutur Bahtiar.

Salah seorang warga Depok Jaya, Farid, mengatakan kondisi trotoar telah ambles sejak lebih dari sepekan lalu. Menurutnya, kerusakan itu cukup mengkhawatirkan karena berada tepat di tepi aliran Kali Cabang Tengah.

"Kalau amblesnya itu sudah sepekan lebih," kata Farid, Minggu (2/8/2026).

Dia menilai, jika tidak segera ditangani, kerusakan tersebut berpotensi menggerus badan Jalan Raya Sawangan yang berada persis di samping trotoar.

"Ini kan trotoar seakan mau ambruk ke arah aliran kali. Kalau dibiarkan, Jalan Raya Sawangan bisa ikut terkikis," ujarnya.

Farid menjelaskan, Jalan Raya Sawangan merupakan salah satu jalur utama dengan volume kendaraan yang cukup tinggi, terutama pada jam berangkat dan pulang kerja. Kondisi itu dikhawatirkan semakin membebani struktur jalan.

Ia menduga amblesnya trotoar disebabkan turap penahan tanah yang berbatasan langsung dengan Kali Cabang Tengah tidak mampu menahan beban, ditambah tergerus aliran air.

Sementara itu, pengendara Rahmat Mulyadi menyayangkan kondisi trotoar yang dinilainya baru dibangun, tetapi sudah mengalami kerusakan.

"Kayaknya baru satu tahun trotoar itu dibangun, malah sudah ambles. Itu kan pakai uang rakyat," kata Rahmat.

 

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya