Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Paraguay mengambil alih Ueno Bank, salah satu bank digital besar di negara tersebut, setelah kondisi keuangannya memburuk. Keputusan ini berdampak pada sekitar 3 juta nasabah serta dana publik senilai ratusan juta dolar AS yang dikelola bank tersebut.
Dewan Bank Sentral menyetujui proses resolusi Ueno Bank secara bulat pada Senin. Langkah ini diambil setelah rasio solvabilitas bank turun hingga kurang dari setengah batas minimum yang diwajibkan undang-undang.
Advertisement
Proses resolusi memungkinkan regulator memindahkan simpanan nasabah ke bank yang lebih sehat sebelum aset bank bermasalah dilikuidasi untuk membayar kreditur.
Ueno Bank memiliki sekitar 3 juta nasabah atau setara 60 persen populasi dewasa Paraguay. Bank ini juga mengelola dana publik senilai US$ 800 juta hingga US$ 850 juta, termasuk investasi sekitar US$ 380 juta dari dana pensiun dan kesehatan negara (IPS).
Sejumlah nasabah mengaku tidak bisa mengakses rekening melalui aplikasi. Polisi pun berjaga di kantor cabang untuk mengantisipasi gangguan keamanan.
Penunjukan Kepala Bank Sentral Tuai Kontroversi
Pengambilalihan Ueno Bank menambah tekanan terhadap Presiden Paraguay Santiago Pena. Sejak menjabat pada 2023, Pena telah menghadapi sorotan terkait hubungannya dengan kelompok usaha pemilik bank tersebut.
Tak lama setelah dilantik, Pena menunjuk Carlos Carvallo sebagai Presiden Bank Sentral. Penunjukan itu menuai kritik karena Carvallo sebelumnya pernah memimpin Ueno. Bank Sentral menyatakan Carvallo tidak ikut mengambil keputusan yang berkaitan dengan Ueno.
Carvallo kemudian mengumumkan telah menandatangani surat pengunduran diri. Namun, dia tetap bertugas sementara untuk mengawasi pengambilalihan bank.
“Bank sentral membutuhkan ketenangan agar dapat menjalankan tugasnya,” kata Carvallo dikutip dari Los Angeles Times, Kamis (5/11/2026).
Pena juga pernah menjadi mitra bisnis Grupo Vázquez, konglomerat pemilik Ueno, hingga Maret 2025. Namun, pihak bank menyatakan Pena tidak pernah menjadi pemegang saham atau investor.
Di tengah krisis, Wakil Presiden Paraguay Pedro Alliana menunda pencalonannya untuk pemilihan presiden 2028. Dia menyebut krisis keuangan Ueno sebagai salah satu alasannya.
“Jika kita tidak bisa membereskan rumah sendiri, tidak akan ada proyek kepresidenan,” kata Alliana kepada radio lokal.
Bank Sentral Selidiki Penyimpangan dan Jaminan Simpanan
Bank Sentral Paraguay menyatakan akan menyelidiki pihak-pihak yang bertanggung jawab atas memburuknya kondisi Ueno Bank. Pemeriksaan awal menemukan persoalan dalam penyaluran pinjaman kepada perusahaan yang terafiliasi dengan pemilik bank.
Regulator menilai praktik tersebut perlu diawasi ketat karena berpotensi membuat pemilik bank menggunakan dana nasabah untuk membiayai bisnis mereka sendiri.
Setiap nasabah dijamin memperoleh perlindungan simpanan hingga 228 juta guarani Paraguay atau sekitar US$ 38.000. Dana tersebut wajib dibayarkan dalam waktu 15 hari dan dapat diperpanjang satu kali selama 15 hari.
Menurut perkiraan awal anggota dewan Bank Sentral Marco Aurelio González, sekitar 97 persen nasabah memiliki simpanan yang sepenuhnya tercakup dalam batas penjaminan.
Sementara itu, nasib simpanan di atas batas tersebut bergantung pada hasil proses resolusi dan kemungkinan likuidasi bank.
Manajer keuangan dana pensiun negara, Gladys Vera, memastikan pembayaran pensiun bulan ini tetap berjalan normal karena dananya disimpan di bank lain. IPS juga akan menempuh jalur hukum untuk memulihkan investasinya serta memindahkan layanan pembayaran pensiun bagi 32.000 penerima manfaat Ueno ke bank lain.