Liputan6.com, Jakarta - Bank Sentral Paraguay mengambilalih sebuah lembaga pemberi pinjaman digital terbesar yakni Ueno Bank pada Selasa, 3 November 2026. Lembaga pemberi pinjaman itu disebutkan memiliki hubungan erat dengan Presiden Paraguay Santiago Pena.
Mengutip AP, Kamis, (5/11/2026), langkah pengambilalihan ini memicu krisis politik dan mengancam reputasi negara itu yang tengah berkembang sebagai tujuan aman bagi investor di kawasan tersebut.
Advertisement
Pengambilalihan ini membuat tabungan jutaan nasabah serta dana publik senilai ratusan juta dolar AS berada dalam ketidakpastian.
Regulator mengatakan, dewan bank sentral saat pemungutan suara bulat pada Senin malam, 2 November 2026 memutuskan menempatkan Ueno Bank ke dalam proses resolusi dan mengarahkan pengelolaan kepada pejabat yang ditugaskan untuk menilai kondisi keuangan serta melindungi aset bank itu.
Keputusan ini diambil setelah rasio solvabilitas (ukuran modal dibandingkan dengan aset yang tertimbang menurut risiko) Ueno anjlok hingga di bawah separuh dari batas minimal yang ditetapkan oleh hukum. Proses resolusi memungkinkan regulator untuk memindahkan simpanan nasabah dari bank yang bermasalah ke lembaga lain sebelum me-likuidasi sisa asetnya.
Proses Resolusi
Proses resolusi memungkinkan regulator memindahkan simpanan nasabah dari bank yang bermasalah ke lembaga lain sebelum melikuidasi sisa aset-nya. Bank mengatakan memiliki sekitar 3 juta nasabah, setara kurang lebih 60% populasi dewasa di Amerika Selatan dan mengelola dana publik US$ 800 juta-US$ 850 juta atau Rp 14,47 triliun-Rp 15,37 triliun (asumsi kurs dolar AS terhadap rupiah di kisaran 18.090).
Jumlah itu mencakup sekitar US$ 380 juta atau Rp 6,87 triliun dari Social Security Institute yang menangani dana pensiun dan layanan kesehatan masyarakat.
Jaksa telah memerintahkan penangkapan terhadap delapan orang, termasuk Presiden Ueno Juan Manuel Gustale dan Kepala Eksekutif Federico Miguel Vasquez Villsanti sebagai bagian dari penyelidikan atas dugaan pelanggaran kepercayaan dan tindak pidana lainnya.
Pimpinan Bank Sentral Mengundurkan Diri
Presiden Pena telah meminta kepala bank sentral, Carlos Carvallo untuk mengundurkan diri.
Ia juga telah menyepakati dengan para pemimpin kongres untuk mempercepat pengesahan undang-undang yang akan mempercepat pembayaran kepada para nasabah serta menjamin pengembalian dana publik. Peña berjanji akan meminta pertanggungjawaban pihak mana pun yang berada di balik kejatuhan bank tersebut.
"Mereka yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan, tanpa pengecualian atau hak istimewa apa pun,” tulisnya di media sosial.
Carvallo, yang sempat memimpin lembaga pendahulu Ueno sebelum ditunjuk oleh Peña, menyatakan telah menandatangani surat pengunduran dirinya. Namun, ia akan tetap bertugas untuk mengawasi proses pengambilalihan tersebut karena “bank sentral membutuhkan situasi yang tenang untuk menjalankan tugasnya.”
Nasabah Cemas soal Tabungan
Karena tidak dapat mengakses rekening melalui aplikasi bank, para nasabah yang panik berkumpul di depan kantor-kantor cabang yang tutup di seluruh negeri untuk menuntut kejelasan mengenai tabungan mereka, sementara polisi berjaga di lokasi.
Para aktivis menyerukan unjuk rasa pada malam hari di depan gedung Kongres untuk menuntut pemakzulan Peña serta penyelidikan atas kebangkrutan bank tersebut, sementara sebuah asosiasi pensiunan merencanakan aksi protes di depan kediaman resmi Peña.
“Hal ini benar-benar mencoreng nama negara,” ujar Víctor González, seorang nasabah yang mendatangi kantor pusat bank tersebut untuk menanyakan nasib tabungannya.
Akan tetapi, ia justru diberitahu oleh polisi, ia dan nasabah lainnya bahkan tidak diperbolehkan berdiri di area tersebut.
“Tampaknya, aparat ini justru melindungi pihak-pihak jahat yang menyebabkan keruntuhan finansial ini,” ia menambahkan.
Langkah Awal Bank Sentral
Pada Selasa, para nasabah tidak dapat menarik atau mentransfer uang mereka, meskipun sebagian besar dana mereka terlindungi oleh asuransi simpanan.
Menurut perkiraan awal, dana dari bank sentral menjamin simpanan hingga 228,3 juta guaraní Paraguay atau US$ 38.000 (Rp 687,42 juta) per orang, jumlah yang cukup untuk menutupi seluruh simpanan sekitar 97% nasabah Ueno. Berdasarkan hukum, dana tersebut wajib dibayarkan dalam waktu 15 hari sejak pengambilalihan, dengan batas waktu yang dapat diperpanjang satu kali.
Sebagai langkah awal, bank sentral menyatakan para nasabah akan segera menerima dana hingga 10 juta guaraní atau US$ 1.700 (Rp 30,7 juta), dikurangi dengan jumlah utang yang mungkin mereka miliki di Ueno meskipun belum ada tanggal pasti kapan pembayaran ini akan dilakukan.
Bagi nasabah dengan saldo lebih besar, ketidakpastian jauh lebih tinggi. Bank sentral tidak menjanjikan pengembalian dana secara penuh, melainkan hanya menyatakan akan mengupayakan “perlindungan semaksimal mungkin.”
Pihak dana pensiun negara menyatakan bahwa pembayaran pensiun akan tetap berjalan seperti biasa, dan mereka sedang memindahkan sekitar 32.000 pensiunan yang selama ini menerima dana pensiun melalui Ueno ke bank lain. Mereka juga berencana menempuh jalur hukum untuk memulihkan investasi.