Liputan6.com, Jakarta - Moulding dinding merupakan salah satu cara menghias dinding yang saat ini sedang banyak digandrungi dan dapat membuat tampilan ruangan terlihat lebih menarik. Tanpa perlu mengganti seluruh lapisan dinding, dekorasi moulding bisa disusun menjadi berbagai pola, mulai dari kotak sederhana hingga panel geometris yang memberikan kesan elegan pada ruangan.
Pemasangannya juga bisa dilakukan sendiri di rumah selama pengukuran dan pemotongan material dilakukan dengan tepat. Namun, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar moulding menempel kuat, memiliki jarak yang simetris, dan menghasilkan sambungan yang rapi.
Advertisement
Berikut rangkuman Liputan6.com mengenai cara moulding dinding, disarikan dari beragam sumber (5/11/2026).
1. Tentukan Desain dan Pilih Bahan Moulding Dinding
Cara moulding dinding yang pertama adalah menentukan desain dan material yang akan digunakan. Langkah ini penting karena bentuk, ukuran, serta jenis bahan moulding akan memengaruhi tampilan akhir dan tingkat kesulitan pemasangannya.
Untuk ruangan bergaya minimalis, moulding berbentuk kotak atau persegi panjang dengan profil sederhana bisa menjadi pilihan. Sementara itu, desain klasik biasanya menggunakan lis dengan detail lebih menonjol untuk memberikan kesan mewah.
Beberapa bahan moulding dinding yang umum digunakan antara lain:
- Kayu: Memberikan kesan natural dan cocok untuk desain klasik maupun modern, tetapi perlu perlindungan dari rayap dan kelembapan.
- Gypsum: Mudah dibentuk menjadi profil dekoratif, tetapi perlu dijaga agar tidak sering terkena air.
- PVC: Memiliki bobot ringan dan lebih tahan terhadap kelembapan sehingga dapat digunakan pada berbagai area interior.
- Polyurethane: Ringan, memiliki banyak pilihan profil, dan relatif mudah dipotong serta dipasang.
ORAC Decor dalam panduan produk di situsnya menyebutkan, "Use a fine-tooth saw or mitre box for precise cuts." Artinya, penggunaan gergaji bergigi halus atau kotak pemotong khusus dapat membantu menghasilkan potongan moulding yang lebih presisi.
2. Siapkan Alat dan Bahan untuk Memasang Moulding
Setelah menentukan desain, siapkan seluruh alat dan bahan yang diperlukan agar proses pemasangan berjalan lebih mudah. Peralatan yang tepat juga membantu mengurangi kesalahan pengukuran maupun pemotongan material.
Mengacu pada panduan instalasi dari Woodgrain, beberapa peralatan yang umum digunakan untuk memasang moulding adalah meteran, pensil, waterpass, gergaji potong, serta alat bantu pemotongan sudut atau miter box. Selain itu, siapkan lem perekat, paku finishing jika diperlukan, filler, dan amplas untuk merapikan permukaan.
Berikut daftar perlengkapan yang sebaiknya disiapkan:
- Meteran untuk mengukur panjang dan lebar bidang dinding.
- Pensil untuk menandai posisi moulding.
- Waterpass untuk memastikan garis pemasangan lurus.
- Gergaji halus atau miter saw untuk memotong material.
- Miter box untuk membantu menghasilkan potongan bersudut.
- Lem khusus moulding atau perekat konstruksi yang sesuai dengan material.
- Filler dan amplas untuk merapikan sambungan.
- Kacamata pelindung untuk mengurangi risiko terkena serpihan saat memotong.
3. Bersihkan dan Persiapkan Permukaan Dinding
Sebelum moulding ditempelkan, pastikan kondisi dinding sudah siap. Bersihkan permukaan dari debu, minyak, sisa kotoran, dan cat yang mengelupas agar perekat dapat menempel dengan baik.
Jika terdapat bagian dinding yang tidak rata, lakukan perbaikan menggunakan bahan perata atau plamir sesuai kebutuhan. Setelah itu, amplas bagian yang diperbaiki dan tunggu sampai permukaan benar-benar kering sebelum melanjutkan pemasangan.
4. Ukur Dinding dan Buat Pola Moulding
Cara moulding dinding berikutnya adalah mengukur bidang yang akan dipasang dan menentukan pola dekorasinya. Gunakan meteran untuk mengetahui panjang serta tinggi dinding, kemudian tandai posisi setiap panel menggunakan pensil dan waterpass.
Jika ingin membuat moulding berbentuk kotak atau persegi panjang, tentukan terlebih dahulu jumlah panel dan jarak antarbidangnya. Usahakan setiap bentuk memiliki ukuran yang seimbang agar hasilnya terlihat simetris dan tidak membuat ruangan terkesan penuh.
5. Potong dan Pasang Moulding Sesuai Pola
Setelah pola selesai dibuat, potong moulding sesuai ukuran yang sudah ditentukan. Untuk bagian sudut yang membentuk pertemuan 90 derajat, gunakan teknik potongan 45 derajat agar kedua ujung lis dapat bertemu dengan lebih rapi.
Setelah seluruh bagian dipotong, lakukan uji pemasangan tanpa lem untuk memastikan ukuran dan sambungannya sudah sesuai. Jika tidak ada masalah, oleskan perekat khusus pada bagian belakang moulding, kemudian tempelkan mengikuti garis pola yang telah dibuat.
Tekan lis secara merata agar menempel kuat pada permukaan dinding. Untuk material atau profil yang membutuhkan penyangga tambahan, gunakan paku finishing sesuai petunjuk produsen. Decoro Building Products, misalnya, dalam situsnya menyarankan penggunaan perekat pada permukaan pemasangan dan sambungan, serta pengencang tambahan untuk produk moulding tertentu.
6. Rapikan Sambungan dan Lakukan Finishing
Tahap terakhir dalam cara moulding dinding adalah merapikan sambungan dan memberikan finishing agar tampilannya lebih menyatu dengan permukaan dinding. Periksa setiap sudut dan pertemuan lis untuk memastikan tidak ada celah, lubang paku, atau bagian yang kurang menempel.
Gunakan filler untuk menutup celah kecil dan bekas paku, kemudian haluskan menggunakan amplas setelah bahan tersebut mengering. Bersihkan sisa debu sebelum mulai mengecat agar hasil akhirnya terlihat lebih rata.
Untuk memberikan hasil yang lebih menarik, pilih warna cat yang sesuai dengan konsep interior. Beberapa pilihan yang bisa dipertimbangkan antara lain:
- Putih: Memberikan kesan bersih, luas, dan klasik.
- Beige: Menghadirkan suasana hangat dan natural.
- Abu-abu: Cocok untuk interior modern dan minimalis.
- Warna senada dengan dinding: Membuat moulding terlihat lebih menyatu dan tidak terlalu mencolok.
- Warna kontras: Menonjolkan bentuk panel sehingga menjadi aksen dekoratif ruangan.
Pertanyaan dan Jawaban Seputar Cara Moulding Dinding
1. Moulding dinding terbuat dari bahan apa?
Moulding dinding umumnya terbuat dari kayu, gypsum, PVC, dan polyurethane. Setiap bahan memiliki karakteristik berbeda, sehingga pemilihannya perlu disesuaikan dengan desain interior, kondisi ruangan, dan anggaran.
2. Bagaimana cara memasang moulding dinding agar rapi?
Mulailah dengan mengukur dan membuat pola pada dinding menggunakan meteran, pensil, serta waterpass. Potong moulding sesuai ukuran, tempelkan menggunakan perekat yang sesuai, lalu rapikan sambungan dengan filler sebelum dicat.
3. Apakah moulding dinding bisa dipasang sendiri?
Ya, moulding dinding bisa dipasang sendiri selama desainnya tidak terlalu rumit dan tersedia peralatan yang memadai. Namun, untuk pola yang kompleks atau pemasangan pada bidang yang luas, menggunakan tenaga profesional bisa membantu mendapatkan hasil lebih presisi.