Kondisi Terkini Pidie Aceh Usai Bentrokan TNI dengan Warga

Bentrokan antara anggota TNI dengan warga dipicu pengibaran bendera Bulan Bintang.

oleh Yacob BillioctaDiterbitkan 05 November 2026, 08:25 WIB
Warga terlibat bentrok dengan anggota TNI di Pidie Jaya

Liputan6.com, Jakarta - Sejumlah warga dan anggota TNI terluka dalam bentrok yang terjadi di Meunasah Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, Aceh, Rabu (4/11/2026). Kepala Dinas Penerangan TNI AD (Kadispenad) Brigjen TNI Donny Pramono menjelaskan situasi di sana sudah kondusif.

"Hingga Kamis (5/11/2026) pukul 04.30 WIB, situasi keamanan di Desa Pulo Keunari, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie, secara umum telah kondusif," kata Donny dalam keterangan tertulis kepada Liputan6.com, Kamis (5/11/2026).

Meski sudah kondusif, Donny menjelaskan personel TNI tetap disiagakan di lokasi untuk menjaga stabilitas keamanan.

"Personel TNI tetap melaksanakan pemantauan dan koordinasi dengan aparat terkait guna menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat," terangnya.

TNI AD juga berkoordinasi dengan aparat terkait untuk memantau perkembangan situasi, dan memastikan kondisi wilayah tetap terkendali.

"Dalam menjaga keamanan dan keutuhan NKRI, TNI AD senantiasa mengedepankan langkah persuasif, komunikasi sosial, serta sinergi dengan Polri, pemerintah daerah, dan tokoh masyarakat. Setiap tindakan di lapangan dilaksanakan secara profesional dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku serta keselamatan masyarakat dan personel," jelas Donny.

 

Pemicu Bentrokan

Bentrokan antara anggota TNI dengan warga dipicu pengibaran bendera Bulan Bintang, saat peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Meunasah Desa Pulo Keunari.

Prajurit TNI kemudian berusaha meneritbkan dan menurunkan Bendera Bulan Bintang. Aparat TNI dan Polri telah mengedepankan langkah persuasif melalui komunikasi dan mediasi dengan panitia penyelenggara agar bendera tersebut tidak dikibarkan.

Namun, upaya tersebut belum mencapai kesepakatan karena panitia tetap bersikeras mempertahankannya.

Di sisi lain, TNI AD juga melakukan langkah antisipasi terhadap rencana kegiatan syiar Aceh Merdeka di wilayah Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya.

"Personel Kodim 0102/Pidie bersama personel Bawah Kendali Operasi (BKO) melaksanakan patroli dan komunikasi sosial dengan masyarakat. Kegiatan yang semula direncanakan di Desa Udeung Poroh akhirnya dipindahkan ke Makam Abdullah Syafi’i, Desa Cubo, Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya," lanjutnya.

Dalam proses penertiban di Desa Pulo Keunari, situasi meningkat dan terjadi aksi pelemparan batu serta kayu ke arah personel TNI.

Sejumlah orang juga terlihat membawa senjata tajam. Personel telah berupaya menenangkan dan membubarkan massa menggunakan perlengkapan pengendalian huru-hara.

Namun, karena massa terus melakukan tindakan anarkis dan keselamatan personel terancam, dilakukan tindakan pengamanan secara bertahap dengan mengeluarkan tembakan peringatan menggunakan munisi hampa, kemudian munisi karet.

"Setelah massa membubarkan diri, personel TNI menurunkan Bendera Bulan Bintang di lokasi kegiatan. Penertiban tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan wilayah serta keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia," pungkas Donny.

 

Korban Meninggal

Peristiwa tersebut menyebabkan enam personel TNI dan 13 warga terluka. Selain itu, seorang warga meninggal dunia.

"Dalam peristiwa tersebut, tercatat 14 warga menjadi korban, yaitu satu orang meninggal dunia dan 13 orang mengalami luka-luka. Selain itu, enam personel TNI juga mengalami luka-luka dan telah mendapatkan penanganan medis sesuai kondisi masing-masing," ujar Donny.

Korban meninggal dunia bernama Abzalul Riza, warga Desa Dayah Gampong Baro, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie. Jenazah telah dimakamkan pada Kamis (5/11/2026) pukul 01.00 WIB di pemakaman umum Desa Dayah Kampong Baru, Kecamatan Tiro, Kabupaten Pidie.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya