Bahlil Mau Bangun Fasilitas Penyimpanan Minyak Mentah di Sumatra

Pemerintah berencana membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di Sumatra guna tingkatkan cadangan energi nasional hingga 60 hari.

oleh Arief Rahman HakimDiterbitkan 03 November 2026, 21:30 WIB
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia (Foto: Liputan6.com/Arief RH)

Liputan6.com, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, mengungkapkan rencana pemerintah untuk membangun fasilitas penyimpanan (storage) minyak mentah di wilayah Sumatra. Langkah strategis ini disiapkan guna memperkuat daya tahan serta cadangan minyak nasional.

Rencana tersebut telah dilaporkan dan dibahas kembali bersama Presiden Prabowo Subianto. Bahlil menyebut keberadaan fasilitas ini dapat mendongkrak kapasitas cadangan minyak mentah Indonesia hingga mencapai 60 hari.

"Kita akan membangun storage di beberapa titik wilayah Sumatra. Jadi ketika kita melakukan impor minyak mentah (crude oil), semuanya bisa tertampung di atas 20 hari, dengan target akhir mencapai 60 hari," ungkap Bahlil di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (3/11/2026).

Bahlil menjelaskan, tahapan studi kelayakan (feasibility study/FS) untuk proyek ini telah rampung. Pemerintah akan segera melakukan peninjauan lapangan untuk menentukan lokasi pasti pembangunan.

"FS-nya sudah selesai. Di akhir tahun ini kita mulai mengecek lokasinya dari sisi keamanan, baik dari potensi gempa bumi maupun faktor keamanan lokal," ujaya.

"Target kami adalah mendekati standar minimum dunia. Standar minimum internasional itu berada di angka 90 hari atau 3 bulan. Jadi kita berupaya mendekati ke sana, kalau tidak persis sama, minimal mendekati," imbuh Bahlil.

Desain Tahan Bencana

Bahlil menekankan bahwa fasilitas penyimpanan minyak mentah tersebut akan dirancang khusus agar tahan terhadap berbagai potensi bencana alam.

"Salah satu hal krusial adalah kami merancang penempatan storage agar terhindar dari daerah yang memiliki potensi bencana besar. Ini sangat menyangkut faktor keselamatan operasional," jelasnya.

 

Gandeng Investor Swasta

 

Sebelumnya, pemerintah menyatakan telah mengantongi investor untuk menggarap infrastruktur crude oil storage di Tanah Air demi memperbesar kapasitas penampungan minyak dalam negeri.

Bahlil menyampaikan bahwa konsorsium investor yang terlibat merupakan kombinasi antara pelaku usaha domestik dan investor asing di luar Amerika Serikat (AS).

"Investasinya sudah ada, investornya sudah siap. Pendanaannya campuran dari dalam dan luar negeri, tetapi bukan dari AS. Yang membangun fasilitas storage ini adalah pihak swasta," kata Bahlil.

Pembangunan fasilitas penyimpanan minyak mentah ini menjadi bagian terintegrasi dari program prioritas pemerintah dalam memperkuat ketahanan energi nasional. Saat ini, kapasitas penyimpanan minyak Indonesia tergolong masih relatif terbatas dibandingkan negara-negara tetangga maupun standar global.

Melalui kehadiran storage baru di Sumatra ini, pemerintah optimistis kapasitas cadangan minyak nasional dapat melonjak signifikan dalam beberapa tahun mendatang.

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya